Positif Covid-19, Nakes RSUD dr Slamet Garut Meninggal

34
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com
Loading...

TAROGONG KIDUL – Seorang tenaga kesehatan (nakes) di RSUD dr Slamet Garut meninggal dunia setelah terpapar Covid 19, Jumat (5/2/2021). Nakes tersebut jadi yang pertama meninggal dunia di RSUD dr Slamet Garut.

“Kami bersedih dengan meninggalnya rekan nakes kami. Apalagi ini jadi kasus nakes pertama di RSUD dr Slamet Garut yang meninggal akibat Covid 19,” ujar Humas RSUD dr Slamet Garut Cecep Ridwan di ruang kerjanya.

Cecep menyebut nakes berjenis kelamin pria tersebut telah dirawat sejak 19 Januari 2021 pukul 18.10. Ia dirawat bersama istrinya yang juga terpapar Covid 19. “Istrinya juga sama nakes dan dirawat di sini (RSUD dr Slamet). Tadi juga (kemarin, Red) sudah tahu kalau suaminya meninggal,” katanya.

Cecep beserta staf RSUD dr Slamet Garut berduka dan kehilangan nakes akibat virus corona. Beberapa hari terakhir, kondisi nakes tersebut semakin menurun.

“Memang punya penyakit penyerta. Kadar oksigennya juga terus turun,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Leli Yuliani mengatakan kematian tenaga kesehatan akibat terpapar Covid-19 di Kabupaten Garut bukan yang kali pertama. Sudah terdapat dua nakes yang meninggal dunia akibat Covid-19.

loading...

Ia menyebutkan hingga saat ini total nakes yang terkonfirmasi di Kabupaten Garut sudah lebih dari 500 orang. Dua di antaranya meninggal dunia. “Yang masih aktif sekitar 40 kasus, sisanya sudah sembuh,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut sudah melakukan sejumlah cara untuk mengantisipasi adanya nakes yang terpapar Covid-19. Misalnya, penerapan protokol kesehatan (prokes) telah dilakukan dengan ketat di tempat mereka bekerja.
Meski begitu, Dinas Kesehatan tak bisa memastikan perilaku para nakes di luar tempat kerja.

“Mereka mungkin di tempat kerja jaga (prokes), tapi tak tahu di luar tempat kerja,” ujar Leli.

Ia menjelaskan saat ini penularan Covid-19 sudah tidak bisa lagi dicari tahu sember awalnya secara pasti. Sebab, kasusnya sudah teramat banyak. “Hampir 30 persen masyarakat kalau diperiksa mah positif. Karena terbatas saja testing jadi nggak ketahuan semua,” paparnya. (yna)

Baca juga : DPC Demokrat Garut Bantah Ada Pungutan dari DPP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.