Positif Covid-19, Siswa SD di Pangandaran Meninggal

119
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi
Loading...

PANGANDARAN – Seorang anak berusia 12 tahun meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Pandega Kabupaten Pangandaran.

Direktur RSUD Kabupaten Pangandaran Asep Kemal Pasha mengatakan anak berjenis kelamin laki-laki tersebut masuk ke RSUD Pandega pada Kamis (3/12). “Pasien mengalami gejala batuk, demam, sesak napas dan sakit tenggorokan,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (4/12).

Diketahui bahwa anak laki-laki tersebut sudah terjangkit Covid-19 dengan adanya surat hasil tes swab. “Pada surat itu menunjukkan bahwa anak itu sudah positif (Covid-19, Red) sebelumnya,” ujarnya.

Baca juga : Libur Panjang, Warga Pangandaran Khawatir Muncul Klaster Covid-19 Baru

Kata dia, pasien juga sempat di-rapid kembali dan hasilnya reaktif. “Beberapa perawat juga sempat mengalami kontak saat pasien masuk ke IGD. Hari Senin mereka akan menjalani swab,” ucapnya.

Loading...

Dengan munculnya kasus itu, berarti sudah ada 3 pasien positif corona yang meninggal dunia. “Sementara yang dirawat sampai saat ini, tinggal empat orang,” jelasnya.

Kata dia, dari identitas kartu anak yang di­miliki pasien, menunjukkan bahwa anak ter­sebut merupakan warga Padaherang. “Kalau di iden­titasnya ya di sana (Padaherang, Red),” kata dia.

Sementara itu Kepala Puskesmas Padaherang Sur­yati menjelaskan, pasien merupakan murid di salah satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Pada­he­rang. ”Pasien sudah lama terserang sakit dan lama tinggal bersama kedua orang tuanya di Ban­jarsari Kabupaten Ciamis,” katanya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.