Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.1%

19.7%

8.1%

68.1%

Posko Covid-19 Kota Banjar Geser ke Lokasi Keramaian

405
0

BANJAR – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar menarik semua posko yang dibangun selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar. Gantinya, posko dipindahkan ke lokasi-lokasi yang menjadi tempat berkumpul massa atau lokasi keramaian.

Total, tim gugus tugas menyiapkan tujuh posko. Di antaranya di Jalan Letjen Suwarto, Pasar Banjar, Banjar Atas (BA), Pasar Bojongkantong, Pasar Muktisari Langensari, Alun-Alun Banjar dan Terminal Banjar.

Sebelumnya posko Covid-19 didirikan di beberapa lokasi jalan nasional dan provinsi, seperti perbatasan Jabar-Jateng, perbatasan Banjar-Ciamis dan di wilayah Langensari.

“Karena status zonasi masuk ke Adaptasi Kebiasaan Baru, jadi posko kita fokuskan di tujuh titik keramaian di dalam kota. Posko ini tujuannya untuk mendisiplinkan masyarakat supaya mematuhi protokol kesehatan selama masa AKB dilaksanakan,” kata Kapusdalop Tim Gugus Covid-19 Kota Banjar H Ade Setiana Minggu (5/7).

Baca Juga : Penolakan RUU HIP di Kota Banjar Terus Bergulir

Ia menambahkan masa transisi dari PSBB ke AKB sudah mulai berjalan, seperti dibukanya kembali semua aktivitas politik, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. Namun aktivitas tersebut harus dibarengi dengan pelaksanaan protokol kesehatan.

“Posko gabungan perangkat daerah, TNI dan Polri ini tujuannya lebih ke arah meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19. Seperti memakai masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun dan jaga jarak itu,” tambah dia.

Disamping pergeseran posko Covid-19, Gugus tugas Covid-19 juga melaksanakan rapid dan swab test secara masif. Ade Setiana berharap melalui pemeriksaan swab dan rapid test yang masif, tingkat penyebaran Covid-19 segera berakhir.

Baca Juga : 2 Pegawai Desa dan Kecamatan Pataruman Kota Banjar Reaktif Rapid Test

Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana mengatakan secara resmi Pemkot Banjar melalui gugus tugasnya belum me-launching pelaksanaan AKB, karena masih menunggu izin dari Kementerian Kesehatan.

Anggaran refocusing tahap kedua yang disiapkan dari hasil rasionalosasi APBD 2020 juga belum bisa diserap karena menunggu kejelasan penetapannya, apakah diperpanjang PSBB atau mulai diterapkan AKB.

“Kemudian kita juga menunggu hasil swab yang dilaksanakan petugas dari Puskesmas, karena jika kita buru-buru melaksanakan AKB secara resmi dasarnya belum ada. Kemudian jika hasil swab-nya ada yang positif, maka konsep penangannya juga akan berbeda. Intinya, saat ini PSBB sudah berakhir namun kita sedang bersiap menuju pelaksanaan AKB,” ungkap Nana. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.