Posko Pendaftaran Kartu Prakerja Disnaker Kota Tasik, Diutamakan Korban PHK & Dirumahkan

588
0
DAFTAR. Warga dibimbing petugas dari Dinas Tenaga Kerja Kota Tasik saat mendaftar online untuk mendapatkan Kartu Prakerja Senin (20/4). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya menyiapkan Posko Pendaftaran Kartu Prakerja. Posko ini untuk membantu masyarakat yang kesulitan saat mendaftar secara online.

Radika R Ramdani

Tawang

Masyarakat yang belum berhasil mendaftar didampingi oleh petugas dari Disnaker sampai berhasil mendaftar. Nantinya, mereka mendapatkan kartu Prakerja dari pemerintah.

Baca juga : Pemkot Tasik Siapkan Opsi PSBB Covid-19

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya Rachmat Mahmuda mengatakan kartu Prakerja semula dikhususkan bagi pencari kerja yang ingin meningkatkan kompetensi. Namun karena Covid-19, pemerintah menambah sasaran. Kini diutamakan bagi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan.

“Kartu Prakerja ini merupakan semacam bukan kartu secara fisik tapi secara digital. Persyaratannya gampang sekali, usia minimal 18 tahun dan tidak sedang memiliki pendidikan formal. Itu akan diberikan kalo mereka lulus, karena harus melalui berbagai tahapan,” ujar Rachmat Senin (20/4).

Para penerima kartu Prakerja, kata Rachmat, akan mendapatkan insentif sebesar Rp 3.550.000. Terdiri dari bantuan pelatihan sebesar Rp 1.000.000, insentif pasca pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 50.000 setiap kali survei selama 3 kali survei atau sejumlah Rp 150.000.

“Jadi tiap peserta atau pemegang kartu Prakerja akan mendapatkan bantuan insentif pelatihan sebesar Rp 3.550.000 selama pandemi Covid-19 ini,” bebernya.

Pendaftar tinggal meng-input data ke web prakerja.go.id. Mereka mendaftar dengan email dan nomor KTP. Nanti akan diverifikasi dan akan ada proses seleksi secara tes.

“Tesnya berupa soal dan hanya beberapa menit. Kalau lulus itu bisa mengikuti pelatihan, mereka bisa ikut beberapa pelatihan yang telah dipilih,” kata dia.

Untuk pelatihan online, ujar dia, mereka mengikuti pelatihan secara tatap muka atau online. Tergantung vendor yang telah bekerja sama, bisa juga nanti dikirim semacam video nanti dipelajari.

Dalam sehari, kata dia, terdapat 10 hingga 15 warga yang datang ke posko pendampingan kartu Prakerja. Mereka belum terlalu paham dunia internet, lalu dibimbing. Kebetulan di rumahnya tidak ada internet atau komputer, dibantu oleh petugas.

Untuk gelombang pertama telah selesai dilaksanakan. Hari Senin ini dilaksanakan gelombang ke dua. Tapi jika misalnya sudah lulus, kata dia, nanti di gelombang selanjutnya itu tidak perlu melalui tahapan satu lagi. Tinggal gabung saja dan memilih periode pelatihannya pada minggu ke berapa.

“Kuota baru ada di provinsi yaitu sekitar 900.000 lebih. Kedua terbesar setelah DKI Jakarta yaitu mencapai 1,5 juta. Nanti ada kuota per kabupaten/kota, makanya dua minggu lalu kami melakukan pendataan bagi korban yang di PHK dan dirumahkan,” kata dia.

Baca juga : Arena Adu Muncang di Mangunreja Tasik Digerebek Polisi, 10 Pejudi Diamankan

Pihaknya, kata dia, akan mengusulkan, ke provinsi dan pusat. Nanti mereka itu dicek NIK KTP, apakah sudah mendapatkan program dari pusat atau belum.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan kuota Prakerja untuk Kota Tasik itu bisa banyak. Dengan catatan, jika korban PHK dan karyawan yang dirumahkan juga banyak. (*)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.