Pospol Mayasari Dilempar, Warga Kota Tasik Cemas

4
0

TASIK – Publik Kota Tasik bersuara soal pelemparan batu ke Pos Polisi Mayasari di Jalan Pasar Wetan tiga hari lalu. Kasus itu jangan dianggap sepele, karena kini warga cemas.

“Karena sama polisi saja sudah berani, apalagi sama warga biasa,” ujar Ketua Forum Cempaka untuk Semua Asep Suherlan kemarin (21/2).

Dia berharap polisi bertindak tegas menyikapi kasus pelemparan pos polisi tersebut. Jangan menyepelekan. Meskipun terindikasi, para pelempar batu masih remaja.

Publik pantas cemas karena para penyerang telah berani merusak tempat anggota polisi bertugas. Mereka nekat. Dengan demikian, bangunan warga pun bisa terancam dirusak orang-orang tak bertanggung jawab itu.

Soal pelemparan batu ke Pos Polisi di Mayasari, saat ini, aparat sudah memiliki rekaman CCTV. Itu memberikan petunjuk terkait kejadian Jum’at dini hari itu. Diharapkan petunjuk itu bisa membuat polisi mampu menangkap para pelakunya.

Jika para penyerang, memang berusia remaja, di bawah umur, polisi diharapkannya tetap tegas. Tujuannya, agar mereka jera. “Bagaimana pun harus ada tindakan tegas supaya tidak terulang lagi,” tuturnya.

Terpisah, Kapolsek Cihideung Kompol Gandi Jukardi SH menjelaskan sejauh ini pengungkapan kasus pelemparan batu ke pos polisi itu masih penyelidikan. Dugaannya, pelemparan batu itu secara spontan. Tanpa motif yang jelas. “Sepertinya orang iseng saja,” analisanya.

Soal penyerangan ke polisi, dua pekan sebelumnya, mobil patroli Polres Tasikmalaya Kota nyaris terkena lemparan batu oleh orang tidak dikenal di Jalan Tamansari. Saat itu, polisi tengah berpatroli. Para pelempar kabur saat diburu polisi.

Ubah Strategi Berpatroli

Menghadapi geng motor, polisi mengubah strategi. Sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari, kemarin, polisi menjaga Kota Santri ini dengan strategi: memecah pasukan lalu menyebar.

Kabaops Polres Tasikmalaya Kota Kompol Ricky Lesmana menjelaskan perubahan cara pengamanan Kota Tasik ini sebagai langkah menghadapi kenakalan geng motor.

“Kita buat tiga kelompok. Yang patroli dengan motor, dengan mobil dan yang melakukan penyekatan,” ujarnya kemarin. Sebelumnya, patroli dilaksanakan mobile. Berkeliling.

Upaya itu dilakukan supaya ruang gerak pelaku kriminal bisa dipersempit, karena polisi kerap berlalu lalang. Meskipun sampai malam beberapa kelompok terpantau nongkrong, tidak satu pun yang mencurigakan dan berbuat ulah. “Kalau ramai sih tetap seperti biasa, tapi alhamdulillah tidak ada kejadian menonjol,” katanya.

Sabtu malam, polisi menerima informasi soal rencana penyerangan di sekitar Jalan Nagarawangi. Wilayah itu pun menjadi salah satu sorotan aparat yang berpatroli. Namun sampai Minggu subuh, penyerangan itu tidak terjadi. “Informasinya memang akan ada (penyerangan, Red). Sepertinya itu batal,” terangnya.

Sejauh ini para pelaku kejahatan kerap memanfaatkan kelengahan polisi. Padahal, pihaknya selalu berupaya melakukan pengamanan di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota. (rga)

loading...
Halaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.