Pakai Knalpot Bobok Tanpa Nomor Polisi Anggota GM FKKPI Diminta Tenang

228
0
JENGUK KORBAN. Ketua GM FKPPI Kabupaten Tasikmalaya Dr Iwan Saputra SE MSI menengok anggotanya Agus Supriatna yang menjadi korban pembacokan segerombolan orang tak dikenal Senin (11/3).RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

TASIK – Ciri pelaku pembacokan anggota GM FKPPI Kabupaten Tasikmalaya, Agus Supriatna yakni sekelompok orang tak dikenal. Mereka menggunakan sepeda motor, dengan suara knalpot bising tanpa nomor polisi.

Hal tersebut dibeberkan, anak korban yang ketika kejadian berada di lokasi, Erwin Firmansyah (27). Menurutnya, meski peristiwa berdarah tersebut berlangsung singkat. Namun sedikitnya dia ingat pelaku menggunakan knalpot bising.

”Memang tidak begitu ingat, tapi pelakunya kurang lebih berjumlah 10 orang dengan lima motor,” ujarnya ditemui di kediamannya Kampung Babakan Cikurubuk, Sambongpari, Mangkubumi, Kota Tasik kemarin (11/3).

Seingat Erwin, pelaku menggunakan ciri suara knalpot bising dan mengendarai motor tanpa nomor polisi. “Tapi bukan knalpot bising bawaan, seperti knalpot yang dibobok,” katanya.

Sebagian dari pelaku, kata Erwin, terlihat menggunakan helm. Namun ada juga yang tidak. Dua orang diantaranya mengenakan baju putih seperti kaus oblong. “Ada dua yang pakai baju putih, pelaku pembacokan paling depan motornya,” cerita dia.

Dari perawakannya, Erwin menilai postur tubuh pelaku tergolong kecil layaknya remaja. Tetapi untuk wajahnya, dia tidak melihatnya. “Ada yang sempat nengok ke belakang, tapi tetap enggak kelihatan wajahnya,” kata dia.

Erwin menilai sasaran begundal jalanan itu, kemungkinan semua orang yang berada di bahu jalan. Karena senjata tajam yang dipakai itu nyaris mengenai beberapa orang, termasuk Erwin. “Kerasa anginnya (sabetan senjata tajam,Red) pas lewat di atas kepala saya, paman saya juga hampir kena bacokan,” terangnya.

Loading...

Sebelumnya, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf SIK SH berkomitmen akan mengungkap kasus tersebut. Terlebih penanganan kejahatan jalanan menjadi prioritas kepolisian. Sat Reskrim langsung melakukan penyelidikan untuk mencari bukti dan keterangan. “Karena ini merupakan kejahatan jalanan yang menjadi atensi kami,” ungkapnya.

Salah satu bukti keseriusan polisi, kata Febry, pihaknya sudah mengungkap pelaku pelemparan batu di Jalan Ir Djuanda, Persimpangan Bantar, Bungursari yang terjadi 17 Februari lalu (2019).

Pelakunya diketahui masih di bawah umur. “Mereka (pelaku pelemparan batu, Red) salah satu dari kelompok bermotor,” katanya.

Febry menyebutkan saat itu tidak ada motif khusus kepada korban atas tindakan kejahatan yang dilakukan. Mereka sekadar melakukan tes keberanian dengan sasaran secara acak. “Hasil pemeriksaan pelaku pelempar batu kala itu, melakukan hal tersebut untuk uji nyali,” ujarnya.

Disinggung kemungkinan pelaku punya keterkaitan pembacokan Agus, Febry belum bisa menyimpulkan. Pihaknya masih perlu melakukan pendalaman melalui penyelidikan. “Kita masih dalami, berbagai kemungkinan bisa terjadi,” terangnya.

Febry meminta masyarakat bekerja sama dengan kepolisian melakukan pengungkapan. Diantaranya dengan memberikan informasi yang bisa menjadi petunjuk penyelidikan. “Kita juga butuh peran serta masyarakat, khususnya saksi yang mengetahui,” ungkapnya.

DIMINTA TENANG

Wakil Ketua GM FKPPI Kabupaten Tasikmalaya H Demi Hamzah Rahadian SH MH mengaku prihatin dan menyayangkan peristiwa pembacokan itu.

“Apalagi sekarang lagi suasana mau pemilu, ini maksud saya (pembacokan, Red), harusnya hal-hal seperti itu diantisipasi,” kata Demi kepada Radar, Senin (11/3).

Dia pun berharap kepolisian bisa menangkap pelaku, serta memprosesnya sesuai aturan hukum yang berlaku. “Kami sangat bersedih dan berduka cita, atas insiden yang menimpa anggota GM FKPPI dari Cikatomas,” paparnya.

Demi mengimbau kepada seluruh anggota GM FKKPI untuk mempercayakan semua prosesnya kepada aparat hukum. “Jangan sampai ada yang sweeping atau main hakim sendiri, hormati proses hukum,” tegasnya.

Sekertaris GM FKPPI Kabupaten Tasikmalaya Hidayat Muslim meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pembacokan terhadap anggotanya. “Jangan sampai kejadian itu (pembacokan, Red) terulang kembali dan menimpa masyarakat lain,” katanya).

Sebab, kata Hidayat, kejadian tersebut akan membuat resah masyarakat. “Tanpa ada pengusutan tuntas, ini bisa terus terulang,” ujarnya yang juga anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya itu.

Dia khawatir apabila kasus pembacokan tidak segera terungkap, akan ada reaksi massa khususnya dari anggota GM FKKPI lainnya. ” Itu jangan sampai lah (terjadi reaksi massa, Red), kita percaya polisi mampu menangkapnya,” papar dia

Seperti diketahui, seorang anggota Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI Polri Indonesia (GM FKPPI) Kabupaten Tasikmalaya, Agus Supriatna (56) menjadi korban penganiayaan Minggu dini hari (10/3).

Agus dibacok senjata tajam oleh sekelompok orang bermotor di Jalan Bantar, Cihideung, Kota Tasikmalaya. Saat itu, Agus sedang menunggu pesanan roti bakar. Tanpa diduga dari belakang, ada yang menebaskan senjata tajam ke kepalanya. “Tinggal nunggu satu porsi lagi tau-tau ada yang bacok dari belakang,” tuturnya menceritakan. (rga/ujg/dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.