Potensi Aliran Modal Asing Tinggi

31
0
Loading...

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memandang perlambatan ekonomi AS yang berpotensi resesi justru mendorong aliran modal asing masuk ke Indonesia. Hal ini karena kebijakan suku bunga Bank Sentral The Federal Reserve yang melunak setelah mencermati perlambatan perekonomian AS.

“Perlambatan ekonomi AS itu membuat suku bunga AS tidak naik lagi. Itu justru membantu Indonesia untuk membiayai defisit (defisit transaksi berjalan),” kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Jakarta Rabu (27/3).

“Melunaknya kebijakan suku bunga The Fed memicu penyempitan selisih imbal hasil obligasi pemerintah AS dan imbal hasil instrumen keuangan di negara berkembang,” imbuh Mirza. Hal ini akan mendorong masuknya modal asing ke negara berkembang termasuk Indonesia.

Bank Sentral lebih melihat ancaman efek rambatan negatif ekonomi global justru datang dari moderasi ekonomi China. Pasalnya, ekspor Indonesia banyak berorientasi ke pasar China.

Jika permintaan dari China melambat, maka akan berdampak pada kinerja ekspor dan konsumsi swasta Indonesia yang akhirnya akan menekan pertumbuhan ekonomi. “Ekspor Indonesia lebih dari 25 persen komoditas pertambangan dan perkebunan ke China, harganya bisa menurun,” jelasnya. Sejauh ini perlambatan pertumbuhan ekonomi China belum berdampak signifikan. (rh/fin)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.