Bojonggambir, Taraju dan Puspahiang Bisa Jadi Destinasi Wisata Alam

Potensi Tasik Harus Dioptimalkan

180
0
ISTIMEWA KOMPAK. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Arif Rachman (tengah) kompak foto bersama usai reses di Kecamatan Bojonggambir.

SINGAPARNA – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Arif Rachman menampung banyak aspirasi dari masyarakat selama reses di Kecamatan Bojonggambir. Di antaranya warga meminta potensi-potensi di Kabupaten Tasikmalaya bisa dimaksimalkan.

“Selama saya reses, banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat untuk diperjuangkan. Mulai dari potensi daerah dan muncul juga persoalan seperti BPJS kesehatan yang ditanggung pemerintah banyak salah sasaran dan persoalan lainnya,” ujarnya kepada Radar, Senin (9/12).

Selain itu, kata dia, muncul juga aspirasi soal optimalisasi usaha mikro kecil menengah (UMKM). Di mana wilayah Taraju, Puspahiang, Salawu dan Bojonggambir berpotensi dari sisi produk olahan dan hasil pertanian.

“Di sana banyak masyarakat yang mengembangkan potensi alam dan memproduksi seperti gula aren dengan skala ekspor dan menyuplai buah manggis ke berbagai daerah,” ujarnya.

Berkaca kepada Tata Ruang Jawa Barat, khususnya di bagian selatan berfokus kepada zona hijau. Artinya wilayah tersebut didorong untuk mengembangkan dari sisi sektor pertanian. Maka dari itu, bagaimana pemerintah bisa membawa masyarakatnya sejahtera dari lahan pertanian.

“Sebenarnya di Bojonggambir dan sekitarnya sudah berjalan baik pemanfaatan pertanian untuk mata pencaharian masyarakatnya. Seperti mereka yang membuat dan mengolah gula aren hingga bisa ekspor dan menggeluti suplai buah manggis ke berbagai daerah,” katanya.

Kata dia, untuk gula aren sudah dilakukan inovasi dengan bentuk cair dan gula semut. Sehingga lebih memudahkan dan banyak pilihan bagi konsumen. “Potensi gula aren ini cukup baik dan sudah diakui untuk ekspor. Maka dari itu, ini bisa dijadikan peluang masyarakat lain dalam mengolah gula aren untuk ekspor,” katanya.

Bahkan, kata dia, di Kecamatan Bojonggambir sudah ada pengusaha yang membuat pabrik dalam pengelolaan gula aren. Sehingga masyarakat bisa menjual bahannya secara mentah tanpa perlu mengolah.

“Kalau biasanya petani menyadap dan mengolah hingga menjadi gula aren, sekarang bisa menjual mentahnya ke pabrik dan lebih menguntung.  Karena tidak ada anggaran pengolahan, tapi bisa menjual dengan harga cukup tinggi,” ujarnya.

Kemudian, kata dia, untuk meningkatkan buah manggis, pemerintah daerah bisa mencarikan pintu untuk menjual hasil bumi yang dikelola para petani. Karena, selama ini mereka menjual ke pengepul dengan harga bersaing. “Untuk membuka pasar baru harus ada solusi dari pemerintah daerah,” katanya.

Selain itu, kata dia, pemerintah daerah pun harus memperhatikan potensi agrowisata di Bojonggambir, Taraju dan Puspahiang. Di mana, wilayah tersebut memiliki bentangan kebun teh yang indah, tapi belum bisa dimaksimalkan dengan baik. “Ketika kawasan perkebunan teh ini dikelola dengan baik dan dibuat spot wisata akan sangat menarik untuk dijadikan wisata masyarakat,” katanya.

Apalagi, kata dia, ketika jalan di Bojonggambir ini bisa ditembuskan ke Cipatujah akan sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Ini akan sinkron, ketika perkebunan teh dikelola menjadi wisata dan jalan ke Cipatujah bagus, bisa menjadi wisata tujuan di Jawa Barat. “Jadi wisatawan sudah menikmati indahnya perkebunan teh, bisa langsung menikmati Pantai Cipatujah,” katanya.

Sejauh ini, kata dia, jalan yang tembus ke Cipatujah sudah ada, tapi kondisinya belum representatif untuk dilewati oleh kendaraan umum. Persoalan infrastruktur ini tinggal bagaimana keberpihakan pemerintah daerah. Kemudian tinggal disinergikan dengan program pemerintah provinsi, sehingga bisa ada dukungan anggaran. “Kalau program pemerintah daerah bisa selaras dengan tata ruang dan program provinsi, tidak menutup kemungkinan kami akan mendukung penuh,” ucapnya.

Kemudian, Arif pun meminta pemerintah desa supaya jangan terfokus kepada pembangunan infrastruktur saja, melainkan harus bisa pengembangan objek wisata yang bisa menggerakan perekonomian warga. (yfi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.