BMKG Mengingatkan Masyarakat Tak Panik

Potensi Tsunami di Selatan Jawa

164
0

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat khususnya yang berada di Pulau Jawa bagian Selatan tidak khawatir, terkait adanya potensi tsunami yang akan terjadi.

Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG mengimbau masyarakat jangan terlalu khawatir berlebihan menyikapi informasi tersebut.

“Saat ini kita memastikan belum ada peringatan dini tsunami di perairan selatan Jawa. Untuk itu, masyarakat diminta tetap beraktivitas seperti biasa,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/7).

Daryono meminta masyarakat di Selatan Jawa selalu bersikap waspada, karena gempa belum dapat diprediksi kapan terjadinya.

“Saat ini, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan ditakutkan terkait tsunami. Kami meminta masyarakat tidak terlalu takut berlebihan,” tutur dia.

Sebab apabila menyikapi potensi tsunami secara berlebihan, dikhawatirkan membuat aktivitas masyarakat menjadi tidak produktif. ”Apalagi harus mengungsi, tidak perlu dilakukan, karena tidak ada dasar untuk melakukan pengungsian. Gempa kuat hingga saat ini belum dapat diprediksi kapan terjadinya, di mana lokasinya, dan berapa kekuatannya,” ucap Daryono.

Sebelumnya, Pakar Tsunami Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko menyebut ada potensi gempa megathrust bermagnitudo 8,8 di Selatan Pulau Jawa yang dapat memicu tsunami setinggi 20 meter di darat. “Ada segmen-segmen megathrust di sepanjang Selatan Jawa hingga ke Sumba di sisi timur dan di selatan Selat Sunda. Akibatnya, ada potensi gempa megathrust dengan magnitudo 8,5 hingga 8,8,” ujar Widjo dikutip dari Antara, Kamis (19/7/).

Berdasarkan permodelan, kata Widjo, gelombang tsunami yang ditimbulkan bisa merendam daratan sejauh sekitar 3-4 kilometer dari pantai. Tsunami, imbuh dia, berpotensi muncul 30 menit setelah gempa besar. “Jika BMKG membutuhkan waktu lima menit sejak gempa untuk menyampaikan peringatan dini, maka masyarakat hanya memiliki waktu sekitar 25 menit melakukan evakuasi atau tindakan antisipasi lain,” ujar dia.

Cakupan daerah yang berpotensi terkena tsunami ini yakni meliputi selatan Jawa khususnya di selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Cilacap hingga ke Jawa Timur. Bagian selatan Pulau Jawa pernah terjadi tsunami pada 1994 di Banyuwangi didahului gempa magnitudo 7. Kemudian pada 2006 terjadi tsunami di Pangandaran akibat gempa M 6,8. “Untuk gempa 1994, tidak ada catatan terjadi tsunami di DIY. Tetapi pada 2006 ada catatan terjadi tsunami di selatan DIY tetapi jangkauannya tidak melebihi Gumuk Pasir di Parang Kusumo,” ujar dia.

Ia mencatat pernah terjadi gempa megathrust di Selatan Pulau Jawa dengan magnitudo 9. “Umur radioaktif dari unsur-unsur yang kami temukan di Lebak Banten dan Bali memiliki umur yang sama. Artinya, pernah ada tsunami di Selatan Jawa yang disebabkan gempa dengan magnitudo besar,” imbuh dia. (gw/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.