PPDB di Garut tak Dipungut Biaya

120
0

TAROGONG KIDUL – Dinas Pendidikan Kabupaten Garut memastikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di semua tingkatan sekolah, dari mulai Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Garut tidak dipungut biaya atau gratis.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut H Totong.

Baca juga : Tower di Kantor BPN Garut Ambruk, 1 Tewas 4 Luka-luka

Dalam pelaksanaan PPDB, pihaknya masih melakukan dengan cara daring atau online maupun offline atau datang ke sekolah.

Pihaknya menekankan kepada pihak sekolah agar bisa membantu para orang tua yang hendak mendaftarkan anaknya ke sekolah.

“Jangan ada pungutan apapun, kasihan masyarakat. Apalagi sekarang lagi pandemi Covid-19,” ujar dia kepada wartawan di kantornya Rabu (17/6).

Loading...

Meski pihaknya memperbolehkan pihak sekolah membuka PPDB secara offline, tetapi dimassa pandemi Covid-19, pihak sekolah diinstruksikan membantu masyarakat yang akan mendaftarkan anaknya dengan cara mengolektifkan.

“Kita lebih menitikberatkan agar sekolah membantu membantu masyarakat. Yang mau masuk SMP daftar secara offline bisa dikolektifkan oleh guru dan kita bantu juga oleh panitia PPDB, adapun yang online kita fasilitasi agar anak-anak bisa benar-benar terdaftar,” katanya.

Totong mengatakan untuk pendaftaran ke tingkat SMP, Disdik siap menerima 60 ribu lebih lulusan SD.

Mereka akan ditampung oleh SMP negeri maupun swasta yang jumlahnya 385 sekolah.

Adapun beberapa penilaian calon peserta didik ke SMP negeri diantaranya zonasi, afirmasi, pindah orang tua dan prestasi.

“Sistem kali ini zonasi itu kan semangatnya untuk pemerataaan kualitas pendidikan, misalnya di Cikajang ada SMPN 1 Cikajang dan sekolah lainnya disana, tapi yang berprestasi misalnya mau ke luar itu silakan ikuti prosedur, jadi ada unsur keadilan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Garut Aceng Mulyana mengatakan para pendaftar ke sekolahnya sudah melebihi kapasitas ruang kelompok belajar sebagaimana yang ditentukan.

Maka dari itu, pada seleksi nanti konsekuensinya akan ada siswa yang tidak diterima.

Baca juga : 5 Pasien Positif Corona di Garut Sembuh

“Di SMPN 1 Garut sudah ada 500 pendaftar, sedang kuota satu angkatan ini ada 356 orang (untuk 11 rombel, Red).Kemungkinan pendaftar akan terus bertambah lebih dari 500. Misalnya kalau nanti ada yang tidak diterima ya mungkin itu bagian dari konsekuensi yang harus diambil,” pungkasnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.