PPDB di SMKN 2 Tasikmalaya Membeludak, 1.000 Pendaftar Ngantre

1314
3
MEMBLUDAK. Pendaftar PPDB padati sejumlah sekolah favorit Senin (17/6). Salah satunya antrean terjadi di SMKN 2 Tasikmalaya Jalan Noenoeng Tisnasaputra Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya.

TASIK – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dilaksanakan serentak mulai Senin (17/6), dibanjiri sejumlah pendaftar. Terutama pada sekolah terbilang favorit, salah satunya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mana kebijakan sistem zonasi telah dihapus.

Seperti yang terjadi di SMKN 2 Tasikmalaya sejak pagi hari sekitar 1.000 pendaftar sudah mengantre pendaftaran. Padahal, di tahun lalu pendaftar tercatat sekitar 1.200 dalam waktu satu pekan.

“Pasca dicabut aturan zonasi, siswa bebas memilih jenjang lanjutan sekolah. Dari luar Tasik pun banyak yang daftar ke sekolah kami,” ucap Kepala SMK N 2 Tasikmalaya H Wawan di sela pendaftaran calon peserta didik, kepada wartawan kemarin (17/6).

Dia menyebut di sekolahnya terdapat 13 kompetensi teknik dan terbilang lengkap. Otomatis orang tua maupun siswa yang berminat mengambil jurusan teknik tertentu berdatangan ke SMKN 2. Apalagi yang di wilayah terdekat tidak ada jurusan yang dituju.

“Itulah yang dikejar orang tua atau peserta didik yang sesuai dengan keinginannya. Di kami ada 13 kompetensi, sehingga terbilang komplit,” tuturnya.

Wawan mengaku cukup kewalahan menangani pendaftar yang membludak. Apalagi, keramaian sekolah sudah dimulai sebelum PPDB resmi dibuka.

Padahal, kata dia, kuota peserta didik baru hanya berjumlah 888 siswa yang terbagi ke dalam 23 rombongan belajar. Dimana satu kelas berisi 36 siswa, kuota penerimaan terdiri dari 5 persen jalur prestasi, 5 persen perpindahan, 20 persen afirmasi dan 70 persen akademik.

“Seminggu lalu sebenarnya sudah mulai banyak yang berdatangan ke sini. Kami kewalahan menyikapi atau dalam menyampaikan informasi,” terang Wawan.

Salah seorang pendaftar Sarah Azizah mengaku tertarik meski jarak sekolah terbilang cukup jauh dari rumahnya di Cibeureum. Namun, adanya jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) di sekolah tersebut, otomatis menjadi minat dalam melanjutkan jenjang pendidikan ke SMK tersebut.

“Senior yang lulusan sini juga jadi teknisi-teknisi berprestasi. Memang harus rela antre sejak pagi, tapi demi melanjutkan pendidikan,” kata dia. (igi)

loading...

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.