PPDB Gunakan Sistem Zonasi

153

TASIK – Tahun ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya akan mulai memberlakukan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020.

“Pemberlakuan sistem zonasi dalam PPDB ini mutlak dilakukan, kita targetkan tahun ini bisa diberlakukan. Karena, daerah harus cepat memberlakukan sistem zonasi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Wardana SIP MM saat dihubungi Radar, (14/4).

Kata dia, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam menyiapkan regulasi ini. Karena, untuk memberlakukannya harus ada persiapan matang supaya tidak ada masalah di kemudian hari.

Tahun lalu, kata dia, pihaknya belum memberlakukan sistem zonasi karena terkendala luasnya wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Sehingga, dalam perencanannya harus matang menentukan regulasinya. “Maka dari itu, kami sedang menyusun strategi untuk bisa melaksanakan PPDB dengan sistem zonasi,” katanya.

Jelas Dadan, sistem zonasi sudah tercantum dalam Peraturan Kemendikbud RI Nomo 51 Tahun 2018 yang bertujuan pemerataan siswa di masing-masing sekolah. “Ketika sudah diberlakukan, tidak terjadi lagi siswa yang menumpuk di satu sekolah. Dalam sistem zonasi pun harus diutamakan sikap objektif, akuntabel, tidak diskriminatif dan harus berkeadilan,” bebernya.

Terang Dadan, di kabupaten jumlah SD mencapai 1.086, SMP sebanyak 260. Sedangkan TK, PAUD dan sederajat itu hampir 1.300.(obi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.