PPDB Harus Dievaluasi

118

TAWANG – DPRD Kota Ta­sik­malaya meminta setiap sekolah memastikan kebenaran Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan tidak pilih kasih dalam pro­ses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDM). Hal ini untuk mengantisipasi pe­nyalahgunaan SKTM dan menjamin hak pendidikan warga miskin.

“Kita menyayangkan feno­mena ini. Maka kami rasa perlu dievaluasi kembali PPDB itu,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim saat menghubungi Radar, Jumat (13/7).

Pihaknya mendapati ada salah seorang calon peserta didik Defid M Putra, warga RT/RW 04/06 Kelurahan Lengkongsari Kecamatan Tawang yang tidak diterima di salah satu SMA negeri. Padahal, sudah mengikuti sejak awal pembukaan pendaftaran bagi warga kurang mampu. “Namun ditolak pihak sekolah dengan alasan penuh. Padahal, saya tahu kondisinya memang tidak mampu. Minimal sekolah itu menyurvei dulu atau ambil sampel yang gunakan jalur tidak mampu itu benar-benar kondisinya riil atau dibuat-buat,” paparnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menceritakan anak pasangan Ranran dan Dede itu patut masuk dalam kuota peserta didik jalur SKTM. Mengingat Ranran menderita tuna netra setelah operasi pada 2015 lalu. “Pak Ranran ini dulunya hanya katarak sebelah, pascaoperasi bisa melihat beberapa bulan kemudian buta total hingga sekarang. Dia tidak bisa bekerja,” ceritanya.

Sementara Dede hanya pelayan toko dengan penghasilan yang belum memasuki kategori layak. Apalagi keluarga itu juga tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah.

“Maka kita harap seperti ungkapan dari Kemendikbud bahwa penerimaan jalur ini harus dievaluasi,” jelas Muslim. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.