PPK Penggemar Uu Diberi Teguran

106
diki setiawan / radar tasikmalaya PEMANGGILAN. Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Deden Nurul Hidayat (kiri) meminta keterangan dari anggota PPK Tanjungjaya Mamat Ruhimat (tengah) didampingi Ketua PPK Tanjungjaya Iis Suryati terkait netralitas di Kantor KPU, Jumat (12/1).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

SINGAPARNA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya memanggil anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mamat Ruhimat, Jumat (12/1) yang diduga bertindak tidak netral. Dia kedapatan hadir pada momen pendaftaran pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat M Ridwan Kamil (RK) dan Uu Ruzhanul Ulum.
Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya H Deden Nurul Hidayat ST MM menyatakan pemanggilan tersebut merupakan respons cepat KPU. Walau pihaknya belum menerima surat rekomendasi dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tasikmalaya . “Secara lisan saya sudah komunikasi dengan ketua Panwaslu. Namun Panwaslu juga menyerahkan sepenuhnya kepada kami,” kata dia saat diwawancara di kantornya kemarin. Pihaknya juga memanggil Ketua PPK Tanjungjaya Iis Suryati.
Kepada KPU, kata dia, Mamat mengaku hilap dan tidak dengan sengaja ikut serta dalam prosesi pendaftaran Cagub dan Cawagub Jabar RK-Uu di Bandung pada Selasa (9/1). “Karena kepolosannya saat ada kerumunan massa setelah turun dari mobil dan kerumunan itu merupakan orang Tasik. Sehingga ia lupa bahwa sebagai anggota PPK,” papar Deden.
Walaupun sudah meminta maaf, pihaknya tetap akan memberikan teguran keras kepada yang bersangkutan sesuai dengan aturan. “Tegurannya berupa tertulis supaya tidak mengulanginya terhadap perbuatan yang sama (ikut menyukseskan calon, Red) dan ini juga harus menjadi pembelajaran bagi PPK yang lainnya,” tutur dia.
Mamat, terang dia, juga harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas meterai 6000. Karena yang bersangkutan dipandang melanggar kode etik. “Dengan ini bila yang bersangkutan mengulangi kembali perbuatannya akan dengan sendirinya mengundurkan diri dan itu sudah tertulis dalam perjanjian,” jelas dia.
Sedangkan yang berhak memberikan sanksi yakni Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). “Jadi KPU ketika tidak ada yang laporan ke DKPP tidak bisa sertamerta memberikan sanksi hingga pemecatan,” papar dia.
Deden mengingatkan seluruh PPK untuk menjunjung tinggi netralitas dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar.
Anggota PPK Kecamatan Tanjungjaya Mamat Ruhimat mengakui ikut serta hadir pada prosesi pendaftaran RK-Uu ke KPU Jabar pada Selasa (9/1).
“Saya mengakui kesalahan itu dan menyesal,” katanya di kantor KPU.
Dia sudah membuat surat pernyataan bahwa dirinya tidak akan mengulangi perbuatan itu. “Saya siap diberhentikan bila saya mengulangi perbuatan ini lagi,” jelasnya.
Ketua PPK Kecamatan Tanjungjaya Iis Suryati menyatakan netralitas PPK itu merupakan harga mati. Artinya setiap PPK jangan coba-coba ikut menyukseskan calon. “Jangan hanya karena dekat, ikut begitu saja,” ungkap dia.
Dia mengatakan akan mengambil hikmah atas peristiwa anak buahnya itu. “Harus ingat sumpah kita saat dilantik dan itu tidak boleh terjadi di PPK mana pun,” tutur dia.
Dia pun meminta maaf kepada publik atas kesalahan yang dilakukan anggotanya. “Saya minta maaf ada anggota PPK Kecamatan Tanjungjaya yang berbuat salah sehingga bisa ramai dan viral,” ujarnya. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.