PPP Harus Cerdik Tentukan Figur

56
0
Basuki Rahmat MSi

WAKIL Sekretaris DPW PPP Jawa Barat, H Basuki Rahmat MSi menilai peluang PPP di Pilkada 2020 masih terbuka. Walaupun hasil Pileg 2019 mengalami penurunan kursi, namun itu tidak bisa dijadikan patokan kekuatan untuk menghadapi pesta demokrasi lima tahunan ini.

“Harus dibedakan antara hasil pileg dengan pilkada, bahwa hasil pileg merupakan tiket ke pilkada memang benar,” ujarnya saat dihubungi Radar, Senin (27/5).

Lanjut dia, pilkada yang menentukannya adalah figur yang diusung menjadi calon bupati. Sehingga peta kekuatannya tidak bisa disamakan dengan pileg. “Siapa yang memiliki kader dan kefiguran yang kuat, dia layak mempunyai peluang maju di Pilkada 2020, termasuk buat PPP mengajukan calon bupati atau wakil,” paparnya.

Maka dari itu, kata dia, apabila PPP ingin kembali menjadi partai pemenang pada Pilkada 2020 harus piawai dan tepat dalam menentukan figur yang akan diusung menjadi calon bupati atau calon wakil bupati. “PPP harus bekerja keras untuk menampilkan tokoh atau figur yang punya prospek untuk meningkatkan popularitas dan memilih PPP pada Pilkada 2020,” paparnya.

Jelas dia, zaman Tatang dan Uu dalam survei popularitas serta elektabilitasnya belum dominan, namun berkat kerja keras PPP meningkatkan popularitas dan elektabilitas keduanya, sampai terpilih jadi kepala daerah. “Sejauh ini popularitas dan elektabilitas figur PPP saat ini masih standar. Artinya, harus menaikan dulu figurnya apabila ingin menang di Pilkada 2020,” tambahnya.

Menurutnya, kader PPP itu bukan hanya yang ada di legislatif atau akar rumput partai saja. Akan tetapi, ada dikalangan ulama dan partai pendukung serta simpatisan PPP. “Semua orang berhak di calonkan, apalagi kalau kita berbicara ingin menang, mungkin saja yang nanti didorong figur popular itu tidak berada di struktural partai tetapi dari luar, tetapi membawa PPP menang di Kabupaten Tasikmalaya,” paparnya.

Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Fraksi PPP, H Ruhimat mengatakan soal peluang PPP di Pilkada 2020 memang agak sulit. Maka dari itu, pengurus dan pimpinan PPP di pusat dan daerah untuk membenahi struktur internal partai. “Berbenah diri dulu lah, sebelum berpikir ke Pilkada 2020, jangan dulu berpikir jabatan. Karena partai sedang sakit,” pungkasnya.(dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.