PPP Ikut Menjelaskan Politik Genderuwo Menurut Jokowi

25

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi menilai, pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyinggung terkait “politik genderuwo”, merupakan cara Presiden mengingatkan agar masyarakat harus bergembira dalam berpolitik, bukan menakut-nakuti.

“Presiden mengingatkan bahwa kita berpolitik harus penuh kegembiraan, tidak perlu menakut-nakuti. Genderuwo itu kan simbol hantu, dan bagi masyarakat itu menakutkan,” kata Baidowi atau biasa disapa Awiek di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (9/11).

Dia mengatakan Jokowi ingin mengingatkan pada semua bahwa berpolitik dalam sistem demokrasi harus penuh kegembiraan dan gagasan, bukan justru menakut-nakuti masyarakat yang disimbolkan dengan genderuwo.

Menurut dia, selama ini kalau ada propaganda yang menakut-nakuti masyarakat harus dihentikan, karena kontra-produktif dengan makna berpolitik dalam demokrasi.

“Kami harap propaganda seperti itu tidak ada lagi apalagi dalam konteks menakut-nakuti masyarakat, misalnya politik intimidatif, berita bohong dan fitnah yang bisa membuat masyarakat panik dan takut,” ujarnya.

Awiek menjelaskan Jokowi selalu menyampaikan kepada Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf agar selalu menekankan pada politik yang bersih, bermartabat, menjual gagasan, dan selalu bersikap santun.

Menurut dia, Jokowi juga mengingatkan agar TKN Jokowi-Ma’ruf berbicara sesuai fakta dan tidak menyudutkan bahkan menakut-nakuti masyarakat dengan hal-hal yang mengerikan seperti negara Indonesia akan bubar.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan politik dan pesta demokrasi itu sudah semestinya disambut dan dihinggapi rasa gembira oleh masyarakat Indonesia, bukan untuk menakut-nakuti.

Presiden melihat sekarang ini banyak politikus yang pandai memengaruhi masyarakat, namun yang amat disayangkan olehnya, para pelaku politik cenderung tidak memandang etika berpolitik dan keberadaban.

“Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan dan kekhawatiran. Setelah takut, yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat emang digiring untuk ke sana. Yang ketiga, masyarakat akan menjadi ragu-ragu,” kata Presiden saat acara penyerahan sertifikat hak atas tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal di Gelanggang Olah Raga Tri Sanja, Kabupaten Tegal, Jumat (9/11).

Presiden memiliki satu istilah khusus untuk menggambarkan perilaku berpolitik tak beretika yang menebar ketakutan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Berangkat dari mitos Jawa mengenai makhluk halus, dirinya menyebut hal itu sebagai “politik genderuwo”, politik yang menakut-nakuti. (ant/fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.