Demi: Jabatan Wabup Strategis bagi Partai Politik

PPP Ingin Diajak Bicara

25

SINGAPARNA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Tasikmalaya mengaku ingin diajak bicara soal pengisian jabatan wakil bupati pada sisa periode ini. Hal itu diungkapkan Sekretaris Fraksi PPP Dr H Basuki Rahmat MSi kepada Radar, Kamis (6/12).

Basuki mengatakan walaupun secara administrasi PPP bukan merupakan partai pengusung. Tapi, dalam realitanya menjadi pendukung dalam pemenangan Uu-Ade di Pilkada 2015.

“Jadi secara etika politik memang sebaiknya PPP diajak bicara oleh partai pengusung soal pengisian jabatan wakil bupati. Karena sebenarnya Uu-Ade ini didukung oleh lima partai. PDI Perjuangan, PAN, PKS, Golkar dan PPP. Karena logikanya saja Pak Uu itu merupakan kader PPP,” kata Basuki.

Secara normatif, kata dia, untuk jabatan wabup ini memang merupakan hak dari partai pengusung. Tetapi, koalisi juga harus melihat kronologis pada pilkada tersebut.

“Jadi kami sangat apresiasi sekali apabila kawan-kawan di PDI Perjuangan, PAN dan PKS bisa mengajak kami dan Golkar duduk bersama membahas soal jabatan wakil bupati,” harapnya.

Terpisah, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya H Demi Hamzah Rahadian SH MH mengatakan PPP dan Golkar merupakan partai pendukung pada pengusungan Uu-Ade, sehingga mereka merasa mempunyai hak untuk jabatan wakil bupati.

“Memang secara etika politik boleh diajak bicara juga, walaupun secara normatif tidak mengusung. Tetapi mereka juga adalah dua partai pendukung Uu-Ade,” ungkapnya.

Soal proses pengisian jabatan wabup, kata Demi, masih dalam pembahasan di internal masing-masing partai pengusung. Termasuk menyatukan persepsi untuk kesepakatan dua nama yang akan diusulkan ke DPRD untuk dipilih satu terbaik.

“Sejauh ini fraksi belum mendapatkan instruksi dari partai soal jabatan wakil bupati. Mungkin masih dibicarakan di tingkat pimpinan parpol. Fraksi hanya melaksanakan instruksi dan tidak perlu adanya lobi-lobi lagi dalam merealisasikan keputusan tersebut,” bebernya.

Bicara perlu atau tidak jabatan wabup, Demi menegaskan posisi tersebut sangat strategis. Apalagi mekanisme pengisiannya sudah jelas dalam undang-undang.
“Tidak mungkin dong kita tak melaksanakan undang-undang. Apalagi bagi partai politik jabatan wakil bupati ini strategis,” paparnya.(dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.