Dapat 160 Formasi, Kota Tasikmalaya Prioritaskan K2

PPPK ”Terlarang” bagi Peserta Umum

1073
0
Gungun Pahlagunara

TASIK – Hari ini (23/2), Pemerintah Kota Tasikmalaya melaksanakan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).

Mereka akan bersaing memperebutkan 160 for­masi yang sudah disetujui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Ne­gara dan Refor­masi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Dalam selek­si PPPK ini, yang diprioritaskan yakni tena­ga honorer kategori-2 (K-2),” ujar Kepala Badan Ke­pe­gawaian, Pelatihan dan Pen­didikan Daerah (BKPPD) Ko­ta Tasikmalaya Gungun Pah­lagunara menjelaskan kepada wartawan Jumat (22/2).

Menurut Gungun, para peserta PPPK akan menjalani seleksi di SMAN 3 Kota Tasikmalaya. “Hari ini mulai seleksi uji kompetensi. Untuk tenaga pendidikan ada seleksi juga di Universitas Siliwangi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” tuturnya.

Ketika ditanya berapa jumlah K2 yang ikut seleksi PPPK? Gungun menjelaskan banyak yang daftar. ”Untuk yang seleksi di Unsil saja 300 lebih, makanya kita tidak umumkan di media massa.

Karena sebelum diumumkan pun yang mendaftar sudah membludak,” paparnya.

Dia menerangkan seleksi PPPK ini berbeda dari seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yang di tahun lalu dilaksanakan di Pemkot untuk wilayah Priangan Timur.

“Seleksi PPPK ini, dilaksanakan di masing-masing daerah. Kita juga saat umumkan seleksi, pendaftar itu sudah banyak. Maka hanya umumkan di website BKPPD, mengingat ini tidak terbuka bagi umum tetapi prioritas honorer K-2,” ucapnya.

Dia menyebutkan dari 160 formasi tersebut, 138 diantaranya untuk formasi tenaga pendidikan guru. Sementara 22 lainnya, bagi formasi penyuluh pertanian.

“Tidak semua pendaftar penuhi kriteria, seperti minimal tingkat pendidikan sarjana. Meski tidak ada batasan usia hingga satu tahun menjelang masa pensiun juga masih bisa daftar,” tuturnya.

Nantinya, kata Gungun, para peserta yang lolos menjadi PPPK akan mendapatkan gaji serta tunjangan setara dengan Aparat Sipil Negara (ASN). Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada awal Desember 2018.

“Jadi sisi pendapatannya sama dengan ASN pada umumnya. Ini sebagai penghargaan terhadap pengabdian para honorer yang diputuskan pemerinta pusat,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin mengungkapkan soal yang diserahkan tersebut terdiri dari soal kompetensi manajerial 530 soal, kompetensi sosio kultural 130 soal, uji kompetensi teknis 520 soal dan wawancara tertulis 130 soal.

“Serah terima soal ini merupakan bagian dari rangkaian seleksi PPPK tahap I, yang pendaftarannya sudah ditutup tanggal 17 Februari 2019 dan sesuai jadwal, tes PPPK akan dimulai pada 23 Februari mendatang sampai 24 Februari,” kata Syafruddin di Jakarta, Senin (18/2)

Syafruddin pun mengapresiasi atas capaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan instansi lain yang tergabung dalam Panselnas PPPK tahun 2019 karena telah menyiapkan tahap seleksi ini dengan baik.

“Ujian PPPK ini adalah amanat rakyat. Lebih khusus lagi, kita memberikan pencerahan atau harapan kepada saudara kita yang punya jasa, yaitu para guru honorer, tenaga kesehatan, penyuluh pertanian yang sudah 10 hingga 15 tahun mengabdi dengan gaji terbatas,” tuturnya.

Ia menjelaskan adanya skema PPPK juga untuk kepentingan yang lebih luas. Selain khusus untuk para eks Tenaga Honorer Kategori 2 (THK2), PPPK juga akan dibuka untuk jalur umum demi percepatan capaian target organisasi.

“Jadi ada keseimbangan antara kepentingan bangsa dan kepentingan orang-orang yang sudah punya jasa besar,” ujarnya.

Rekrutmen ini merupakan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah (PP) No. 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK yang merupakan turunan dari Undang-undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam UU tersebut, ASN dibagi dalam dua jenis, yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan PPPK. (igi/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.