Prabowo Marahi Wartawan, Netizen Bandingkan dengan Kemarahan Ahok, Berikut Videonya

565
Ahok

Jakarta- Reuni 212 yang menghadirkan jutaan manusia di Monas Jakarta beberapa hari lalu, luput dari sorotan media-media nasional. Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengatakan, wartawan telah menghianati tugas sebagai pewarta. Padahal, reuni tersebut termasuk terbesar di dunia yang dihadiri oleh jutaan orang. Namun tidak banyak media yang memberitakannya.

“Saya katakan, hei media-media yang tidak mau mengatakan ada belasan juta orang atau minimal berapa juta orang di situ, kau sudah tidak berhak menyandang predikat jurnalis lagi. kau boleh kau cetak, boleh kau ke sini dan ke sana, saya tidak mengakui anda sebagai jurnalis,” ujar Prabowo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

“Mereka menelanjangi diri di hadapan rakyat. Ada belasan juta mereka tidak mau laporkan. Mereka mengkhianati tugas sebagai wartawan,” kata Prabowo.

Prabowo bahkan menyarankan agar tidak menghormati profesi wartawan karena dinilai tidak objektif dalam pemberitaan, terutama pada reuni 212 kemarin.

“Tidak usah, saya sarankan kalian tidak usah hormat sama mereka (wartawan) lagi. Mereka hanya anteknya orang yang ingin hancurkan Republik Indonesia,” katanya.

Kemarahan Prabowo menjadi perdebatan di sosial media. Ketua Umum Partai Gerindra ini dikecam sejumlah netizen. Namun kemarahan Prabowo  dinilai tidak sebanding dengan apa yang pernah dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Jejak digital mantan suami Veronica Tan ini, kembali dibahas netizen sebagai perbandingan atas kemaran Prabowo dan Ahok terhadap wartawan.

Sebuah video yang diunggah oleh akun twitter @Maulana_Tigor, terlihat Ahok sedang memarahi sejumlah wartawan yang sedang melakukan wawancara dengannya di Kantor Balai Kota DKI Jakarta. Bahkan Ahok tak segan mengusir salah satu pewarta

“Saya jelasin, kamu nggak usah nekan-nekan saya dengan media, saya nggak pernah takut,” kata Ahok dalam video yang berdurasi 1 menit itu.

Kemarahan Ahok ini, diduga penyebabnya soal pertanyaan salah satu wartawan terkait tudingan  politisi PDIP Junimart Girsang soal aliran dana sebesar Rp 30 miliar dari pengembang reklamasi ke rekening Teman Ahok.

“Anda dari koran apa? Makanya lain kali tidak usah masuk sini lagi, tidak jelas kalau gitu. Saya tegasin, kamu juga tidak usah nekan-nekan saya rekan media, saya tidak pernah takut,” ujar Ahok kala itu.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ikut angkat bicara kala itu. Salah satu Ketua Bidang Luar Negeri PWI, Teguh Santosa menyarankan Gubernur Ahok  tidak emosional dalam berinteraksi dengan awak media.

Menurutnya, Tindakan Ahok itu dapat digolongkan sebagai perbuatan melanggar UU Pers 40/1999. Apalagi  sudah beberapa kali terjadi, Teguh menganggap Ahok sudah kelewatan. (dal)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.