Prajurit Pembebas Sandera di Papua Naik Pangkat

237
0
ISt HUMAS Polres Mimika For Rada TERIMA KASIH JENDERAL. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyematkan kenaikan pangkat secara simbolis kepada perwakilan TNI yang tergabung dalam Operasi Terpadu TNI/ Polri dalam penanggulangan KKB di Banti dan Kimbeli pada upacara, Minggu (19/11) di Desa Waa Banti, Distrik Tembagapura, Papua.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menemui prajurit TNI dan anggota Polri yang tengah bertugas dalam pembebasan sandera di Papua.

Jenderal bintang empat itu memberikan apresiasi kepada anak buahnya. Tidak tanggung, 63 prajurit TNI dapat penghargaan dari Jenderal Gatot. Lima perwira mendapat kesempatan pendidikan khusus mendului rekan-rekan seangkatannya. Sedangkan 58 lainnya mendapat kenaikan pangkat luar biasa.
”Karena kebanggaan, atas nama seluruh prajurit TNI saat ini kami memberikan pengharaan,” ungkap Jenderal Gatot Minggu (19/11).
Penghargaan tersebut Jenderal Gatot berikan sesuai dengan Surat Keputusan Panglima TNI bernomor Kep/920/XI/2017. ”Saya berikan penghargaan karena prajurit TNI telah melakukan operasi ini sangat teliti. Dengan pengamatan yang intensif, tidak mengenal lelah. Setiap hari, setiap saat, sehingga warga masyarakat yang disandera bisa selamat semuanya tanpa luka sedikit pun,” beber dia.
Sebelumnya, alumnus Akmil 1982 ini menyampaikan bahwa TNI-Polri tidak berhenti sampai operasi penyelamatan masyarakat. Mereka terus mengajar KBB yang melarikan diri.
Sampai kemarin, Kodam XVII/Cendrawasih masih menempatkan pasukan sebanyak dua satuan setingkat kompi (SSK) di Banti maupun Kimbely. Selain itu, tidak kurang 300 prajurit TNI diperintahkan menjaga area sesekitar PT Freeport Indonesia. Mereka juga dibantu anggota Polri sebanyak 400 personel. Itu sengaja dilakukan sebagai langkah antisipasi pasca Satgas Gabungan TNI-Polri memukul mundur KKB. ”Selalu ada kemungkinan itu (serangan balasan),” kata Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Muhammad Aidi ketika dikonfirmasi Jawa Pos (Grup Radar Tasikmalaya) kemarin.
Berdasarkan data dan informasi yang berhasil dikumpulkannya, diperkirakan jumlah KKB yang melarikan diri sebanyak 150 orang. Seluruhnya bersenjata. Namun, hanya 43 di antaranya yang berbekal senjata api. ”Sisanya menggunakan senjata tradisional,” ungkap Aidi. Dia memastikan, TNI memburu seluruh KKB tersebut. ”Komitmen kami bahwa tidak akan mentolerir tindakan kelompok atau orang yang melakukan perlawanan terhadap kedaulatan NKRI,” kata dia tegas. Itu sesuai dengan arahan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Namun demikian, Aidi tidak merinci bagaimana serta ke mana pengejaran KKB dilakukan. Yang pasti mereka sudah memetakan setiap daerah. Dia mengakui, anggota KKB yang belum teridentifikasi secara detail cukup menyulitkan. Sebab, hanya data tokoh-tokoh kelompok itu yang sudah mereka kantongi.
”Anak buahnya, pengikutnya yang sedemikian banyak tidak kami identifikasi,” terang dia.
Bukan tidak mungkin mere­ka sudah berbaur deng­an masyarakat. Bahkan, sambung Aidi, bisa saja mereka menyamar menjadi aparat keamanan. (idr/lyn/syn/jpg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.