Praktisi Seni Dimatangkan Menjadi Juri Profesional

287
Pitri Siti Halimah / Radar Tasikmalaya PELATIHAN. Salah seorang narasumber menyampaikan materi pada pelatihan juri karawitan dan seni di Hotel City kemarin.

SUKALAYA – Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata  (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya melaksanakan pelatihan juri karawitan dan tari yang diikuti praktisi seni dan budaya di Hotel City Kota Tasikmalaya, Selasa (27/3).

Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya H Undang Hendiana mengatakan pelatihan itu adalah bagian dari penguatan sumber daya manusia (SDM) bagi para pelaku seni. Ada banyak materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut. Yakni mengenai teater, karawitan, tari, seni rupa, fotografer, pertunjukan rakyat dan lainnya. “Ini bukan melatih satu sisi, tapi lebih ke menggali dan mengembangkan potensi daerah melalui para peserta ini,” terang dia, Selasa (27/3)

Adapun narasumber yang dihadirkan dalam pelatihan tersebut yakni Alfianto Wajiwa dan Jaja DM, dosen di Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI), Agus AW, serta Tatang Pahat.

“Pada dasarnya manajemen itu adalah unsur dasar semua keilmuan. Di mana ada sistem pengelolaan, perencanaan, organizing, bagaimana mencari SDM yang kompeten, actuating, controlling, evaluasi hasil perlombaan,” ungkap salah seorang narasumber Jaja DM.

Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) Bode Riswandi menjelaskan pemberian pelatihan kepada para pelaku seni khususnya di Tasikmalaya sangatlah penting. Pasalnya, berdasarkan pengamatannya konsep penjurian saat ini selalu menjadi perdebatan dalam setiap perhelatan.

Ia menyatakan pertemuan itu minimal bisa memberikan solusi atau pemahaman juri dari luar daerah Tasikmalaya mengenai penilaian yang objektif dan normatif. “Banyak yang sudah biasa menjadi juri. Tapi persoalan konsep penjurian itu sendiri selalu menjadi perdebatan,” tutur dia.

Menurut dia, dalam proses penjurian banyak hal yang lebih urgen untuk dinilai. Seperti dari segi kreativitas. Bukan hanya dilihat dari kostum. Maka dari itu, hal ini sangat penting untuk diperhatikan para pelaku seni. “Agar nanti setiap kegiatan menghasilkan bintang-bintang unggulan. Bukan hanya kebutuhan sementara. Sehingga ke depannya potensi para pelaku seni bisa diarahkan ke ajang tingkat nasional. Dan intinya mereka perlu mengaplikasikannya setelah mengikuti kegiatan ini,” tandasnya.

Pemerhati kesenian Kepler Sianturi menerangkan menjadi juri itu juga perlu integritas tinggi. Melalui pelatihan ini, para peserta bisa memiliki kemampuan menilai yang tidak merugikan peserta.

“Kompetensi itu sangatlah diperlukan bagi para juri, baik musisi sebagai praktisi lain. Sehingga jelas legal formalnya dan memahami integritasnya sebagai juri di lapangan,” katanya. (mg2)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.