Pria Lansia Meninggal di Sungai

38
EVAKUASI. Jasad Saham (65) dievakuasi dari Sungai Cireong di Desa Gegempalan Kecamatan Cikoneng, Minggu (10/2).Iman S Rahman / Radar Tasikmalaya

CIKONENG – Saham (65), warga Dusun/Desa Sukahurip Kecamatan Sindangkasih ditemukan meninggal di Sungai Cireong di Desa Gegempalan Kecamatan Cikoneng, Minggu (10/2) sekitar pukul 07.00. Pria lanjut usia (lansia) yang pikun itu diduga terjatuh ke sungai hingga kehilangan nyawanya.

Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto SIK menerangkan jasad Saham ditemukan telentang di bebatuan. Awalnya, identitas pria yang berbaju partai politik (parpol) berwarna biru putih dan tidak bercelana itu tidak diketahui. Nama korban bisa diketahui setelah pengambilan sidik jari di Puskesmas Mandalika. “Kita langsung menghubungi keluarganya. Keluarga korban tidak menginginkan autopsi. Mereka menganggap hal itu sebagai musibah,” ujar Hendra.

Tim medis dan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) sudah membuat visum et repertum jasad korban. Hasilnya, ada tiga luka robek dengan panjang 4 cm di dahi korban yang diduga akibat benturan dengan bebatuan sungai. Selain itu, ada juga luka di bagian kuku jempol kaki sebelah kiri yang diduga akibat terpeleset. Dengan demikian, tidak ada bekas penganiayaan. Kematian korban diduga kuat akibat terjatuh.

“Kami juga ada data tambahan dari keluarga korban bahwa memang korban itu sudah pikun dan sering bepergian sendiri, di mana hilang sejak Sabtu pagi dan ditemukan kali ini sudah meninggal dunia,” kata dia.

Kepala Dusun Sukahurip Kosim menerangkan Saham adalah seorang buruh. Dia hilang pada Sabtu (9/2) sekitar pukul 08.00. Pihak keluarga sudah mencari korban ke mana-mana tapi tidak membuahkan hasil. Korban memang seringkali menghilang dari rumah. Bahkan, pernah suatu hari korban ditemukan di Cirebon saat akan masuk rawa. Untungnya korban bisa diselamatkan. Korban juga pernah kabur dan ditemukan di Kawali.

“Kali ini ketemunya sudah meninggal, kini sudah dimakamkan. Bahkan, saya antar pihak keluarga korban ke Polsek Cikoneng bikin pernyataan karena tidak mau diautopsi. Keluarga menganggapnya sebagai musibah,” tutur dia. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.