Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4%

19.6%

8.1%

68.2%

Pria Warga Cigantang Mangkubumi Kota Tasik Ngambang di Sumur

463
0
radartasikmalaya.com
Anggota Polsek Mangkubumi, Polresta Tasik, menunjukan lokasi korban yang ditemukan tewas ngambang di sumur, Sabtu (12/09) siang. istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Pria bernama Maman Suherman (61) warga Sindangasih Kelurahan Cigantang Kecamatan Mangkubumi Kota Tasik ditemukan tewas ngambang di dalam sumur belakang rumahnya, Sabtu (12/09) pagi.

Korban pertama kali ditemukan tewas oleh kerabatnya, Ajat (67) yang hendak ke sumur.

Diduga korban terpeleset dan terjatuh saat hendak mengambil air.

Menurut istri korban, Yuyun Sumiati (42), dirinya sempat mengetahui bahwa korban sekira pukul 03.00 WIB korban terbangun dan hendak ke WC.

Korban pun pergi ke sumur sendirian, karena memang tidak ada toilet di rumahnya.

Namun korban tidak kembali lagi, hingga akhirnya ditemukan tewas.

Saksi yang pertama kali menemukan, Ajat (67) mengatakan, saat itu dirinya hendak ke sumur sekira pukul 06.00 WIB.

Kala itu ia mendapati korban mengambang di dalam sumur dengan kondisi sudah meninggal dunia.

Dirinya yang kaget pun langsung memberitahukan kepada warga lainnya, dan langsung melakukan evakuasi korban. Korban yang sudah kondisi tewas dibawa ke rumahnya.

“Astagfirullah, saya kaget melihat korban di dalam sumur. Langsung memberitahukan warga dan mengevakuasinya. Korban dibawa ke rumahnya,” katanya.

Terkait kejadian tersebut, hal itu dilaporkan warga ke Polsek Mangkubumi.

Sumur dengan kedalaman 2 meter tersebut berada di belakang rumah korban, dekat sawah yang jaraknya sekitar 50 meter.

Selama ini sumur itu memang kerap digunakan warga, apalagi di musim kemarau.

Kapolsek Mangkubumi, Iptu Endang Wijaya menuturkan, diduga korban terpeleset dan terjatuh masuk ke dalam sumur.

Pihaknya juga memintai keterangan saksi-saksi, mencari dan mengumpulkan bukti-bukti.

Hasil dari visum luar, tidak ditemukan luka akibat penganiayaan atau kekerasan yang menyebabkan kematian korban.

Pihak keluarga sudah menerima bahwa peristiwa tersebut merupakan musibah, dan menolak untuk dilakukan autopsi.

“Keluarga menerima sebagai musibah, dan menolak untuk dilakukan autopsi serta tidak akan membuat laporan kepada polisi,” tandasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.