Priangan Timur Tanggap Darurat Gempa

238
0
BANTUAN. Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto memberikan bantuan kepada warga Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya kemarin.

Pemkot Tasik Siapkan Biaya Tak Terduga Rp 2 M, Di Pangandaran Bantuan Berupa Bahan Bangunan

TASIK – Gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR) di 43 Km barat daya Kabupaten Tasikmalaya yang disusul guncangan berkekuatan 6,9 SR di 11 Km di wilayah Selatan Jawa telah menyebabkan kerusakan fisik maupun korban meninggal dunia serta luka-luka.
Untuk itu, Badan Nasional Pe­nanggulangan Bencana (BNPB) meminta bupati dan wali kota di empat daerah yakni Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran menetapkan status keadaan tanggap darurat penanganan gempa bumi selama 7 hari terhitung 16-22 Desember 2017, yang dapat diperpanjang sesuai dengan situasi di lapangan.
Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengatakan meski di wilayahnya tidak ada korban yang meninggal, namun pihaknya tetap siaga dan terus mendata jumlah korban akibat gempa. “Saya sudah menetapkan Kota Tasik tanggap darurat bencana, maka dinas terkait harus segera mendata setiap korban gempa untuk nantinya diberikan bantuan,” ujarnya disela mendampingi Kepala BNPB Pusat Willen Ramangiley saat berkunjung ke Tasikmalaya pada Sabtu (16/12).
Dengan telah ditetapkannya status tanggap darurat bencana, kata Budi, maka pihaknya bisa menggunakan Biaya Tak Terduga (BTT) untuk penanggulangan bencana ini. ”Kita sudah siapkan Rp 2 miliar yang dialokasikan untuk rehabilitasi, dengan yang menjadi prioritas diantaranya fasilitas umum dan kondisi rumah yang mengalami rusak berat,” bebernya.
Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Muhamad Yusuf mengatakan bantuan yang diberikan oleh pemerintah hanya bersifat stimulan dan sehingga diprediksi tidak akan cukup. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau selurus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk mengulurkan tangan dalam membantu masyarakat yang terkena bencana. ”Besok (hari ini) pas apel saya akan coba mengetuk hati para PNS agar menyumbangkan bantuan sukarelanya bagi para korban gempa,” paparnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pangandaran pun memberlakukan status tanggap darurat bencana sebagai dampak gempa bumi. Saat ini Pemkab Pangandaran fokus untuk melakukan verifikasi sebagai langkah proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dari informasi yang dihimpun Radar sampai Minggu 17 Desember 2017 terdapat 608 laporan dari 8 kecamatan, 35 kelurahan se-Kota Tasikmalaya mengalami dampak gempa bumi dengan kekuatan 7,9 skala richter yang berpotensi tsunami pada Jumat 15 Desember 2017.
8 Kecamatan yang terdampak gempa yakni Tawang, Cipedes, Bungursari, Mangkubumi, Kawalu, Tamansari, Cibeureum dan Purbaratu. Dengan laporan 90 rusak berat, 216 rusak sedang, 300 rusak ringan. Terdiri dari 606 kartu keluarga (KK) – 1429 jiwa. Bangunan yang terkena imbas gempa diketahui mencapai 8 sekolah dan 6 masjid.
Pelaksana Seksi Kedaruratan Logistik BPBD Kota Tasikmalaya Harisman menjelaskan untuk jumlah sekolah yang terdampak gempa sejauh ini baru dua bangunan yakni SMKN 3 Tasikmalaya dan MA Al Hikmah Tamansari. “Sejauh ini kami masih terus monitor dan pantau ke lapangan serta menampung laporan dari masyarakat,” ujarnya kepada Radar.
Pihaknya meminta masyarakat agar waspada dan proaktif apabila terjadi bencana untuk berkoordinasi dengan pemerintah setempat serta BPBD Kota Tasikmalaya. “Kalaupun ada gempa lagi bukan susulan, tetapi masuk kategori gempa baru,” paparnya.
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata langsung bertindak cepat dengan melakukan rapat koordinasi tanggap darurat, kemarin(17/12). Selain instansi terkait, puluhan  relawan juga dikumpulkan untuk membantu penanganan pasca bencana.
Jeje menginstruksikan pembentukan tim verifikasi terpadu yang bertugas melakukan cek & ricek terhadap data terdampak gempa yang masuk ke Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana  Kabupaten Pangandaran. “Rekonstruksi harus berjalan cepat tidak menunggu dari pusat. Pendataan itu yang paling sulit karena itu kita bentuk tim verifikasi,” ungkapnya kepada Radar.
Dikatakannya, pemberian bantuan sembako akan diberikan kepada korban yang rumahnya rusak dalam kategori berat. “Terdampak gempa ini tersebar hampir di seluruh kecamatan, berbeda dengan banjir yang biasanya terpusat sehingga mudah dalam pendataan,” ujarnya.
Lanjut Jeje, pemerintah daerah tidak akan memberikan bantuan berupa uang tunai. Namun, berupa bahan bangunan yang akan diberikan sesuai dengan kebutuhan menurut data hasil tim verifikasi. “Saya berharap Rabu ini pendataan selesai jadi Minggu depan rekonstruksi sudah bisa mulai,” ungkapnya.
Jeje menambahkan masa tanggap darurat bencana alam mulai berlaku 16 Desember sampai tanggal 22 Desember 2017. Ia mengimbau masyarakat dan wisatawan tetap tenang dan beraktivitas sebagaimana biasa. “Aktivitas wisata tidak terganggu, semua berjalan normal,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat saat ini sudah mulai sadar bencana. Hal ini terlihat saat gempa terjadi masyarakat langsung melakukan evakuasi mandiri. Hanya saja, saat ini belum tersistem dengan baik sehingga terjadi penumpukan di satu titik kumpul. “Ke depan perlu dibenahi sehingga nanti ada alur yang jelas warga mana harus mrnggevakuasi diri ke tempat yang mana, nanti ditentukan, termasuk pemanfaatan gedung tempat evakuasi sementara (TES) yang ada di paaar wisata,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena melaporkan data kerusakan rumah akibat gempa Tasikmalaya terus bertambah. Pusdalops PB Kabupaten Pangandaran mencatat ada 461 bangunan rusak akibat gempa. Dengan rincian, 255 rumah rusak berat, 115 rusak sedang dan 74 rusak ringan. “Ada 8 masjid rusak berat dan 2 rusak sedang, datanya terus kita update sesuai informasi yang masuk dari berbagai sumber seperti pemerintah desa, kecamatan, warga dan relawan,” ungkapnya.
Data tersebut, lanjut Nana, akan kembali diverifikasi oleh tim terpadu. Ia pun memastikan kondisi wilayah Kabupaten Pangandaran dalam kondisi aman. “Aktivitas masyarakat berjalan normal seperti biasa, seluruh obyek wisata tidak ada masalah kerusakan fasilitas umum,” ungkapnya.
Wagiem (66), warga Dusun Kedung Rejo RT 03/04 Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran sangat berharap bantuan dari pemerintah. Bersama anaknya, kini ia harus mengungsi ke rumah kerabatnya. “Kalau gak dibantu saya gak sanggup bangun rumah lagi, ini sudah gak bisa ditempati semua dindingnya jebol,” ungkapnya.
Sementara itu, di Kota Banjar tercatat ada sebanyak 54 rumah yang terkena dampak gempa dan mengalami kerusakan ringan dan sedang.
Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih pun langsung meninjau lokasi yang terdampak bencana gempa. Dirinya memerintahkan jajarannya untuk mendata agar korban gempa diberi bantuan.”Kita langsung tanggulangi, meski saya baru pulang dari Semarang langsung ke lokasi meninjau. Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Ade mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana. Tidak hanya gempa tapi juga bencana lain seperti banjir, longsor, puting beliung, pohon tumbang.
Di Kabupaten Garut, sejumlah rumah dan fasilitas umum di sembilan kecamatan rusak akibat dampak bencana gempa. Hal ini berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut “Sementara tercatat ada sembilan kecamatan (terdampak gempa),” kata Kepala Pelaksana BPBD Garut, Dadi Djakaria kepada wartawan, Minggu (17/12).
Dadi menuturkan hasil peninjauan dan pendataan sementara oleh petugas BPBD Garut dari 42 kecamatan hanya sembilan kecamatan yang dilaporkan terdapat bangunan rusak.
Kecamatan tersebut yakni kawasan pegunungan di Kecamatan Cikajang, Cilawu, dan Pakenjeng, kemudian wilayah pesisir pantai Kecamatan Cibalong dan Pameungpeuk,serta sekitar perkotaan Garut yakni Kecamatan Garut Kota, Banyuresmi, Tarogong Kidul, dan Samarang. “Selain rumah, ada fasilitas ibadah dan sekolah juga ada yang rusak,” ujarnya.
Ia menyampaikan daerah yang terdampak cukup parah akibat gempa yakni di Kecamatan Pakenjeng, tercatat ada 14 rumah rusak sedang berdasarkan laporan kecamatan.
Selanjutnya, kata Dadi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk juga rusak pada bagian dindingnya retak-retak, kemudian di Kecamatan Cilawu ada tiga masjid rusak pada bagian dindingnya. “Kalau rumah roboh ada di Garut Kota, tapi laporan ini sementara karena petugas masih menginventarisir,” terangnya.
Kapolda Bantuan Korban
Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto memberikan bantuan berupa uang tunai, sembako dan semen kepada 10 warga yang terkena dampak bencana gempa di Kota Tasikmalaya, kemarin (17/12). Pemberian bantuan tersebut dilakukan di Kampung Rancabeureum Kelurahan Gununggede Kecamatan Kawalu.
Agung mengatakan pihaknya sengaja ingin melihat langsung kondisi riil daerah pasca terjadinya gempa yang cukup besar tersebut. “Mudah-mudahan bantuan yang diberikan bisa meringankan beban korban, serta diberikan ketabahan,” ungkapnya yang saat berkunjungi didampingi langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman-H Muhamad Yusuf.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Adi Nugroho mengatakan bantuan yang diberikan saat ini hasil kolaborasi antara pengusaha, Kapolda, Pemkot Tasikmalaya serta  Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Tasikmalaya memberikan bantuan berupa semen sebanyak 200 sak, paket sembako dan uang tunai diberikan kepada 10 orang dari berbagai kecamatan dan satu masjid. ”Ini bentuk kepedulian kita dalam meringankan masyarakat terkena bencana. Penerima ini yang benar-benar rumahnya rusak berat,” bebernya. (yfi/nay/nto/yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.