Produk Kulit Sulit Bersaing di Pasar Bebas

13
Anay Sukandar

GARUT KOTA – Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI) Kabupaten Garut mengakui produk olahan kulit asal Sukaregang sulit menembus pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Sulit bersaingnya, di harga saja produk kulit kami mahal. Beda dengan produk kulit dari Cina, Thailand dan negara asia lainnya, harganya beda jauh, sangat murah,” ujar Wakil Ketua APKI Kabupaten Garut Anay Sukandar kepada wartawan di rumahnya Rabu (6/2).

Seperti contoh, kata dia, harga produk jaket dari kulit, paling minim dengan kualitas kulit medium harganya mencapai Rp 900 ribu dan paling tinggi bisa mencapai jutaan.

Berbeda dengan produk fashion kulit impor dengan barang sama, itu harganya di bawah. “Harga impor itu bisa sampai Rp 300 ribuan harganya,” terangnya.

Meski produk kulit Sukaregang mahal, tetapi kualitas kulit bisa lebih bersaing dengan produk luar negeri yang saat ini mulai membanjiri pasar di Indonesia. “Kalau kualitas kami bisa bersaing dengan produk luar,” katanya.

Anay menerangkan mahalnya produk kulit asli Garut dipengaruhi dari biaya produksi yang mahal, dari mulai bahan baku hingga bahan-bahan kimia untuk proses penyamakan kulit itu dibandrol dengan harga tinggi. Hampir 80 persen bahannya impor. “Jadi ketika dolar tinggi, itu sangat berpengaruh kepada bahan-bahan yang digunakan untuk penyamakan kulit,” katanya.

Dengan kondisi itu, para pengusaha kulit di Sukaregang tidak bisa menjual hasil kerajinan kulit dengan harga murah, karena biaya yang dikeluarkannya juga besar. “Kondisi ini, membuat pengusaha kulit di Sukaregang ini sulit bersaing dengan harga kulit impor,” ujarnya.

Maka dari itu, pihaknya mengingikan pemerintah memberikan ruang dan membuka pasar untuk hasil para penyamak kulit di Sukaregang. Hal itu karena para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di sektor industri kulit tidak bisa bersaing dengan pangsa pasar terbuka seperti ini.

“Kalau dibiarkan para pelaku UKM di Sukaregang ini secara perlahan bisa gulung tikar. Padahal industri kulit ini sudah menjadi brand atau ikon Kabupaten Garut, baik di tingkat nasional maupun mancanegara,” terangnya. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.