Produk Paving Block dari Sampah Plastik di Taraju Tasik Terus Dikembangkan

37
0
PAVING BLOCK. Warga Taraju terus mengembangkan paving block yang terbuat dari limbah sampah plastik, Jumat (5/2/2021).
Loading...

TARAJU – Warga Desa Taraju yang tergabung dalam Unit Pengolah Sampah BUMDes Gemata terus berinovasi mengolah sampah plastik menjadi paving block. Hal itu dilakukan untuk mengurangi pencemaran dari sampah plastik dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Bahan dasarnya adalah limbah plastik dari berbagai jenis. Bisa kantong plastik, gelas, baskom dan semua jenis barang rongsokan dari plastik. Intinya semua plastik yang sudah tidak terpakai,” ujar Taufan, pembuat paving block kepada Radar, Jumat (5/2/2021).

Taufan mengungkapkan, ide membuat paving block ini diawali dari banyaknya sampah plastik yang berhamburan di sejumlah lokasi, baik di pinggir jalan, sekitar rumah bahkan hingga ke parit dan sungai. Dengan pengolahan bisa mengurangi beban tanah, mengingat plastik bisa terurai secara alami membutuhkan waktu hingga ratusan tahun.

“Banyaknya limbah plastik yang tidak bisa didaur ulang, seperti yang dihasilkan dari limbah rumah tangga dan limbah plastik yang tidak ada nilai jualnya. Hal itu membuat warga berpikir bagaimana cara memanfaatkan agar memiliki nilai jual,” ujar dia, menjelaskan.

“Untuk membuat satu buah paving block membutuhkan sampah plastik sebanyak 1,5 kg. Harga paving block Rp 125 ribu per m2. Sementara itu untuk pemasarannya, baru kaperluan di lingkungan warga Desa Taraju, namun tidak menutup kemungkinan ke depannya bisa dijual ke luar daerah yang membutuhkan,” kata dia.

loading...

Menurutnya, dalam sehari warga bisa mencetak sekitar 15 buah paving block, banyak dan sedikit produk tergantung pada kesiapan bahan baku karena terkadang kehabisan limbah plastik.

Dengan demikian, siapa pun yang merasa memiliki banyak limbah plastik dan tidak mau mencemari lingkungan, pihaknya bersedia menampung. Karena pembuatan paving block ini niat utamanya adalah untuk menekan pencemaran.

“Proses pembuatan paving block ramah lingkungan itu juga semuanya masih secara manual. Mulai dari mencacah sampah plastik, membakar, mencetak hingga paving block selesai dan siap digunakan,” ucapnya.

Pihaknya sangat berharap ada kontribusi semua pihak, dari pihak mana pun untuk bisa bersama-sama mengolah sampah yang ada. Saat ini alat yang ada tentunya masih jauh dari sempurna. “Kami tentunya butuh masukan maupun saran dari pihak lainnya, saling memberikan ide,” kata dia.

Sekdes Taraju Dadan Herdiyana mengungkapkan, sangat mengapresiasi warganya yang telah menciptakan inovasi dengan membuat paving block dari sampah plastik. “Kita tentu berharap inovasi ini ke depannya dapat terus berkembang hingga pada tahap penjualan ke luar daerah, juga diharapkan tidak hanya desa ini saja yang mengolah, sebab untuk sampah sendiri sangat banyak,” ucap dia. (obi)

Baca juga : Lilin Nyala Jatuh, 2 Rumah Warga Cipatujah Tasik Hangus Luluh Lantak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.