Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.3%

20.4%

8.3%

67%

Produksi Padi Garut Surplus, TNI Kawal Produktivitas

32
0
PANEN RAYA. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman bersama Komandan Kodim 0611/Garut Letkol Czi Deni Iskandar saat panen raya di Kecamatan Tarogong Kidul, kemarin. Kodim 0611 Garut akan terus mengawal stabilitas ketahanan pangan. Diskominfo Garut untuk Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Kodim 0611 Garut akan terus mengawal stabilitas ketahanan pangan di Kabupaten Garut. Hal tersebut dikatakan Komandan Kodim 0611 Garut Ketkol Czi Dr Deni Iskandar.

“Kita terus jaga ketahanan pangan ini dengan cara memberikan pembinaan kepada petani supaya produktivitasnya terus meningkat,” ujar dia kepada wartawan, Jumat (28/8).

Baca juga : Stok Pangan di Garut Surplus

Menurut dia, menjaga ketahanan pangan perlu dilakukan, terutama di tengah pandemi Covid-19.

Selain ketahanan pangan, TNI juga siap membantu dalam memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi.

“Sesuai arahan bapak KSAD (Kepala Satuan Angkata Darat), kami siap membantu ragam sektor, dari mulai pangan, ekonomi maupun kesehatan. Alhamdulillah sekarang terus menunjukkan tren baik,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman mengatakan sektor pertanian masih tetap produksi di tengah pandemi, salah satunya panen padi. Menurut dia, dampak Covid-19 terhadap sektor pertanian kecil dibandingkan sektor lainnya, karena kegiatannya dilakukan di alam terbuka, terkena sinaran matahari, dan tidak melibatkan banyak orang.

Pemkab Garut, lanjut dia, akan terus mendukung sektor pertanian agar perekonomian di tengah pandemi kembali bangkit dan secepatnya kondisi wabah Covid-19 cepat berakhir.

“Bisa bertahan dan bisa membangkitkan ekonomi adalah sektor pertanian, maka kita terus support agar petani tetap bekerja,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Beni Yoga menerangkan produksi beras dari hasil tanam tahun ini tetap bertahan pada kondisi surplus seperti tahun sebelumnya.

“Kami menargetkan di tahun ini (2020) itu surplus beras diangka 57 ribuan, angka itu sama seperti tahun sebelumnya dari hasil panen padi di Garut,” katanya.

Ia menuturkan produksi padi di Garut pada tahun sebelumnya tercatat sebanyak 530.715 ton gabah kering giling dengan hasil beras 334.350 ton, sementara kebutuhan konsumsi Garut setiap tahunnya pada kisaran 276.475 ton beras per tahun.

Hasil produksi dan kebutuhan beras di Garut itu, kata dia, maka terjadi surplus diangka 51 sampai 70 ribu ton beras, sehingga dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini dipastikan tidak akan terjadi kekurangan pasokan pangan. “Angka produksi dengan jumlah kebutuhan Garut setiap tahun itu, maka hasilnya masih surplus, tidak defisit,” katanya.

Ia menyampaikan wabah Covid-19 tidak terlalu besar dampaknya pada sektor pertanian, sehingga produktivitas tanaman pangan di Garut masih berjalan normal.

Baca juga : Tak Punya Uang, Warga Cisompet Garut Bayar Perbaikan kWh dengan Domba

Menurut dia, hasil peninjauan di lapangan para petani tetap beraktivitas menanam, bahkan dalam setahun ini ada beberapa daerah yang melakukan panen beras, jagung dan jenis tanaman pangan lainnya.

“Kalau dikaitkan dengan pandemi sebenarnya petani itu tidak merasa dampaknya, sepanjang ada turun hujan, sepanjang ada air, petani tetap menanam dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.