Produktivitas Pertanian di Ciamis Perlu Dioptimalkan

127
0
TINJAU. Angota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Didi Sukardi SE (kanan)  tengah meninjau peternakan domba di Dusun  Cipangalun Desa Jalatrak  Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis.
TINJAU. Angota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Didi Sukardi SE (kanan)  tengah meninjau peternakan domba di Dusun  Cipangalun Desa Jalatrak  Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis.
Loading...

CIAMIS – Angota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Didi Sukardi SE menyampaikan bahwa pertanian harus dioptimalkan di Kabupaten Ciamis, karena memiliki banyak potensi. Dengan begitu bisa menjadi penyumbang pendapatan daerah dan meningkatkan kesejatheraan rakyat.

Kata dia, dalam memaksimalkan produktivitas pertanian dibutuhkan edukasi yang komprehensif dari semua pemangku kebijakan. Dengan demikian, para petani mampu berinovasi dalam dunia pertanian.

Lanjut dia, dalam hal memberikan edukasi terhadap para petani dan memaksimalkan potensi pertanian di Ciamis, pemerintah desa harus ikut andil. Karena, selama ini desa sudah didukung anggaran yang cukup besar dari pemerintah pusat. Sehingga sudah sewajarnya ada alokasi untuk pemberdayaan pertanian.

“Sejauh ini dana desa baru bisa disalurkan terhada pembangunan insfrastruktur saja. Semantara untuk optimalisasi produktivitas pertanian yang berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat desa belum sepenuhnya dijalankan,” ujarnya, menjelaskan.

“Hal tersebut sebenarnya kembali kepada paradigma kepala desa, itu pun setiap desa potensinya berbeda-beda. Sehingga mungkin dilakukan juga penyesuaian dalam realisasi dana desa,” katanya, menambahkan.

loading...

Tambah dia, Ciamis banyak potensi dari pertanian seperti tanaman palawija, jagung, buah-buahan, padi dan lainnya. Sedangkan dari perikanan cukup berpotensi untuk jenis nila, mas, lele, nilem dan gurame. Termasuk peternakannya pun cukup menjanjikan jika terus dikembangkan.

“Banyaknya potensi perikanan ini terus bermunculan kelompok pembudidaya ikan semisal PPC, Maha Karya Fish Farm yang berbasis di Cikoneng dan lainnya. Munculnya organisasi perikanan yang patut diapresiasi adalah Komonitas Petani Nila (KOMPENI) yang sudah mulai eksis berjalan dari mulai hulu dan hilirnya,” ucapnya.

Kemudian, lanjut dia, saat ini produksi beras hanya berkutat di angka enam ton per hektare, sementara lahan semakin tergerus oleh perumahan.  Maka dari itu, tugas pemerintah saat ini harus membuat program panen 12 ton per hektare. Salah satunya dengan teknik budidaya yang sudah diuji coba di beberapa daerah seperti Blitar dan Malang Jawa Timur.

“Tekniknya dengan menggunakan metode hayati atau tiga kali panen per tahun pada lahan irigasi permanen. Itu bisa diuji coba di Ciamis dengan melibatkan unsur-unsur terkait,” katanya.

Sejauh ini, kata dia, produktivitas pertanian, peternakan dan perikanan di Kabupaten Ciamis masih normatif, belum ada pergeraan ke arah peningkatan produktivitas. Karena kendala terbesarnya adalah mindset masyarakat yang harus diubah dari pemahaman konsumtif kepada oroduktif.

“Termasuk di dalamnya adalah mindset para PPL dan pedamping desa serta para kepala desa yang harus diberikan tentang pemahaman pola yang mampu meningkatkan produksi, seperti yang telah dijabarkan di atas,” paparnya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.