Program Ekspor Terganjal Kendala

14
0

JAKARTA – Program pemerintah untuk menggeliatkan pasar ekspor di mancanegara tidak semudah yang diharapkan. Sebab terdapat sejumlah kendala yang berasal dari internal dan eksternal.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan permintaan dunia sebesar 81 persen adalah barang manufaktur dan 19 persen komoditas primer. “Indonesia masih mengekspor 46 persen barang yang dihasilkan dari sumber daya alam,” ujar Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag Kasan di Jakarta Selasa (20/8).

Sementara, lanjut dia, untuk tantangan eksternal datang dari perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Cina. “Turunnya harga komoditas juga mempengaruhi serta aturan organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization/WTO),” tutur dia.

Tahun ini, pemerintah menargetkan ekspor non migas tumbuh sebesar 8 persen dengan nilai 175 miliar dolar AS. Produknya antara lain mebel dan produk kayu, makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik dan produk kimia.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah memfokuskan melakukan produk ekspor yang masih mentah sehingga bisa meningkatkan nilai tambah. “Selain itu kita juga melakukan perbaikan manajemen untuk impor dan ekspor,” ucap dia.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah menilai di tengah kondisi global yang melambat akan membuat permintaan produk menjadi berkurang.

“Maka ekspor Indonesia akan sangat sulit untuk meningkat secara signifikan. Kemungkinannya pertumbuhan ekspor masih akan mengalami perlambatan,” kata Pieter.

Menurut dia, untuk meningkatkan ekspor membutuhkan waktu, sehingga akan menciptakan produk-produk yang berdaya saing tinggi.

“Pemerintah memang sulit mengatasi permasalahan struktural ini dalam jangka pendek. Hal ini hanya bisa diatasi dalam jangka menengah panjang dengan membangun kembali industri manufaktur yang mampu memproduksi produk-produk ekspor yang berdaya saing,” katanya. Dia pun meminta pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang konkrit sehingga harapan dan keinginan tersebut dapat terwujud. (din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.