Program Merdeka Belajar Motivasi Guru & Siswa Lebih Aktif

627
0

TASIK – Rektor Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Dr Ahmad Qonit AD MA mengatakan, gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang meluncurkan program “Merdeka Belajar” bagus untuk guru dan anak.

Karena, akan muncul guru penggerak yang mempunyai dedikasi tinggi, inovatif dan kreatif sehingga mendorong bangsa menuju Indonesia Maju.

Menurutnya, para guru harus terus berinovasi menjalankan proses belajar mengajar. Yang terpenting dari kurikulum bukan hanya konten, tapi juga bagaimana konten itu diajarkan di dalam kelas.

“Guru harus menjadi penggerak. Artinya bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi bagaimana murid itu mau bergerak aktif bicara di kelas dengan menumbuhkan jiwa sosial pada diri anak, membangun imajinasi dan kreativitas serta membawa pesan perdamaian,” katanya kepada Radar, Minggu (29/12).

Kata dia, seorang guru juga harus jadi manajer pembelajaran yang menarik kepada siswa dalam merespons perkembangan semua ini.

Karena, di tengah perkembangan dunia itu, para guru dituntut untuk tidak sekadar mengajar, tetapi juga mendidik dengan lebih fleksibel, kreatif, menarik dan menyenangkan.

“Maka, guru penggerak itu bukan sekadar pekerjaan atau profesi. Guru adalah manusia yang menyiapkan masa depan sebuah bangsa. Peran guru saat ini perlu diberikan bekal-bekal keterampilan bagaimana dan menggerakan kepada peserta didik. Maka dari itu, akan mampu membangkitkan murid tumbuh semangat,” ujar dia.

“Guru itu bersifat memfasilitasi untuk tumbuh berkembangnya peserta didik, maka terjadinya kolaborasi yang membangkitkan dan menyemangati dalam mengikuti pembelajaran,” katanya, membeberkan.

Pembina Kelompok Kerja Guru (KKG) Kota Tasikmalaya dan Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Dr H Dadang Yudhistira SH MPd mengatakan, Merdeka Belajar terdiri empat isu penting.

Yakni penggantian format ujian nasional (UN), pengembalian kewenangan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) ke sekolah, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan naiknya kuota jalur prestasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) dari sebelumnya 15 persen menjadi 30 persen.

Menurutnya, dalam menciptakan Merdeka Belajar ini harus diikuti dengan rambu-rambu atau aturan yang tepat.

Jika diumpamakan, kemerdekaan yang dituangkan Kemendikbud agar mencapai tujuan para guru, siswa, serta orang tua bisa mendapat suasana yang bahagia.

“Maka KGG sebuah wadah guru jangan pernah membuat RPP seenaknya sendiri namun harus ada tujuan, sehingga dapat mengarahkan kebebasan belajar dan kemerdekaan mengajar,” katanya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.