Dinas Perindustrian dan Perdagangan Akui Belum Merata

Program Pelatihan Dinilai Gagal

9

SINGAPARNA – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya Hidayat Muslim SE mengaku heran tidak adanya regenerasi perajin anyaman di Kecamatan Rajapolah. Padahal, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) selalu mengalokasikan program pelatihan di kawasan yang dinobatkan sebagai wilayah brand image kerajinan dari bahan mendong, pandan dan bambu ini.

“Kita sangat miris tak munculnya regenerasi perajin. Padahal kita selalu menggemborkan sebagai daerah kerajinan. Saya sepakat kalau para perajin dan pemerintah desa setempat mengatakan kerajinan ini terancam punah,” ujarnya kepada Radar, Minggu (23/9).

Komisi II meminta Disperindag membuat terobosan dan program untuk menyiapkan ahli dalam anyaman dari generasi muda. Sehingga kedepannya bidang kerajinan ini selalu menjadi brand image Kabupaten Tasikmalaya dengan hadirnya inovasi-inovasi baik dari generasi muda.

Hidayat menilai program yang dilakukan pemerintah saat ini belum benar-benar dirasakan untuk regenerasi perajin. Mengingat hingga kini masih dirasakan minimnya pertumbuhan para perajin anyaman yang berusia muda. “Termasuk program dinas itu belum membuat generasi muda menjadi tertarik untuk menggeluti dunia kerajinan. Jadi harus membuat program pelatihan yang membuat generasi muda ini berminat,” bebernya.

Ketua Forum Tasik Utara Bangkit (FTUB) Ato Rinanto SIP menilai program-program pelatihan yang dilaksanakan Disperindag tidak bermanfaat. Pasalnya masih krisis regenerasi perajin anyaman di wilayah Kecamatan Rajapolah. “Kalau menurut saya jika melihat kondisi saat ini dengan minimnya regenerasi, berarti program pelatihan ini gagal,” ungkapnya kepada Radar kemarin.

FTUB mengaku kecewa melihat kondisi tak adanya regenerasi perajin anyaman. Padahal kerajinan ini menjadi aktivitas ekonomi kreatif di wilayah Tasik Utara. “Saya pikir pemerintah tidak serius memberikan perhatian terhadap dunia kerajinan hingga minimnya regenerasi perajin,” jelasnya.

Sekretaris Disperindag Kabupaten Tasikmalaya Hj Nia Juniarti Ssos MSi menegaskan pihaknya terus melakukan pelatihan kerajinan anyaman kepada generasi muda untuk menciptakan regenerasi. “Pelatihan dan lomba-lomba terus kami lakukan supaya kerajinan ini tidak sampai punah dan muncul generasi baru,” bebernya.

Disperindag mempunyai program pelatihan untuk anyaman mendong, pandan, bambu dan lainnya. Program tersebut terus dilaksanakan secara berjenjang dan bertahap. “Hanya memang pelatihan yang dilaksanakan selama ini belum merata. Karena ada daerah yang belum tersentuh pelatihan,” paparnya. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.