Program RTLH Kabupaten Tasik Dihentikan, Ini Kata Warga & Kades

1391
1

JAMANIS – Program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tasikmalaya tahun 2020, dihentikan.

Hal itu disebabkan anggaran untuk pembangunan rumah warga miskin tersebut dihentikan oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Kabid Perumahan pada Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan dan Permukiman (DPUTRPP), Ruslan Munawar mengatakan, Kepala Desa di lingkungan Pemkab Tasikmaya yang mendapatkan program RTLH untuk tahun anggaran 2020 dihentikan sementara.

“Itu sesuai surat edaran Bupati Tasikmalaya Nomor 23 tanggal 08 April tahun 2020 tentang penundaan/penghentian sementara kegiatan tertentu dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2020 dilingkungan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya kepada Radar, Minggu (17/5).

Ruslan menyebutkan, pihaknya telah memberitahu para kepala desa terkait surat edaran tersebut.

Bahkan telah menyampaikan melalui sambungan telepon. Oleh sebab itu, bagi yang belum mendapatkan program pembangunan RTLH, diminta agar dapat memahami dan mengerti dengan situasi saat ini.

Kepala Desa Karangmulya Kecamatan Jamanis, Wahyudi Hartono, mengaku hingga saat ini belum menerima pemberitahuan apapun dari Dinas PUTRPP ataupun pendamping terkait dihentikannya bantuan program RTLH.

“Saya belum menerima informasi apapun, baik melalui surat ataupun lainnya. Namun, kami dari Pemerintah Desa akan memberikan pengertian dan menjelaskan kepada KPM terkait kondisi atau keadaan sekarang ini melalui Kepala Dusun,” kata dia.

Padahal, kata Wahyudi, para KPM telah di verifikasi dan survey lapangan. Hasilnya mereka yang 6 orang ini, sangat siap dengan bantuan program RTLH tersebut.

Terlebih di Desa Karangmulya ini, terdapat kurang lebih 150 KPM yang belum terealisasi mendapatkan bantuan. Namun Ia cukup bersyukur, sebanyak 50 KPM telah tercover oleh program BSPS.

Wahyudi mengungkapkan, sangat memahami akan kondisi saat ini. Terlebih dengan adanya wabah corona, yang membuat anggaran untuk pembangunan RTLH ini ikut dipangkas.

Meskipun tidak mudah untuk menyampaikannya kepada masyarakat penerima bantuan, namun akan mencoba untuk memberikan pemahaman agar nantinya tidak terjadi polemik.

Tentunya, kata Wahyudi, para KPM tidak dapat menutupi rasa kekecewaannya ketika mendengar program pembangunan RTLH dari APBD atau Dana Alokasi Umum (DAU) ini dihentikan.

Wahyudin pun mengaku kecewa, pasalnya telah menyosialisasikannya kepada masyarakat yang mendapatkan program tersebut.

“Meskipun program bantuan RTLH itu ditunda atau dihentikan sementara, saya masih berharap program tersebut dapat terealisasi tahun ini. Seandainya tidak terealisasi tahun ini, mudah-mudahan bisa tahun depan. Kasihan mereka sudah sangat berharap sekali untuk segera dibangunkan rumah,” bebernya.

Salah satu Keluarga Penerima manfaat (KPM) warga Kampung Kubangsari RT 04 RW 05 Desa Karangmulya Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya, Yuyu (50) mengatakan sudah lama menanti untuk mendapatkan bantuan rumah layak huni dari pemerintah.

“Saya sangat berharap mendapatkan bantuan pembangunan rumah dan kemarin alhamdulillah terdata sebagai salah satu penerima bantuan. Menurut informasi, katanya bulan syawal ini atau setelah lebaran realisasinya,” ujarnya.

Kata Yuyu, satu tahun yang lalu terpaksa merobohkan rumah miliknya. Pasalnya kondisi rumah miliknya sudah rusak dan tidak layak huni. Khawatir jika terus ditempati, bangunan tiba-tiba ambruk dan menimpa sekeluarganya.

Yuyu saat ini terpaksa harus ikut tinggal di rumah orang tuanya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah miliknya yang sudah dirobohkan.

Sambil menunggu mendapatkan bantuan program RTLH dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, dua bulan ke belakang Yuyu membuatkan sebuah kandang domba di atas lahan rumah miliknya.

“Saya sengaja ternak domba dan membuat kandang diatas lahan rumah yang akan dibangun ini, sambil menunggu bantuan program datang. Nanti setelah fix waktu pembangunan rumahnya, baru kandangnya dipindahkan,” kata dia.

Yuyu mengaku kecewa jika memang benar bantuan program RTLH akan ditunda atau bahkan sampai dihentikan.

Dikarenakan pemerintah sendiri yang sudah mendata dan memberikan harapan kepadanya sebagai penerima bantuan RTLH.

Selain itu Yuyu pun mengaku telah mempersiapkan bahan-bahan untuk pembangunan rumah. Diantaranya telah menyiapkan batu, dan juga pasir.

“Ya saya sangat kecewa dan menyayangkan sekali jika memang sampai tidak jadi menerima bantuan. Padahal sudah mempersiapkan semuanya, dan sangat berharap sekarang-sekarang ini bisa segera terealisasi. Saya sudah tidak punya tempat tinggal, gak enak ikut di rumah orang tua terus,” ucapnya.

Kadus Mulyasari Desa Karangmulya, Maman menambahkan jika Ia belum menerima informasi bahwa program bantuan RTLH ditunda atau dihentikan bagi ke dua warga yang ada di kedusunannya.

“Saya belum menerima informasi apapun terkait itu, namun sebelum puasa menurut pendamping harus siap-siap bahwa pembangunan rumah akan dilaksanakan setelah lebaran tahun ini,” ungkapnya.

Kata Maman, warganya telah menunggu bantuan pembangunan RTLH dari pemerintah.

Sebelumnya dikatakan oleh pendamping, setelah lebaran sudah mulai dikerjakan dan dilanjutkan. Barang-barang dari toko pun segera datang.

“Ya pokoknya nanti setelah lebaran, KPM siap-siap menyediakan bahan.
Misalkan kalo ini tidak jadi, beban bagi saya. Maka dari itu, minta diperjuangkan. Pasalnya keadaannya sudah seperti ini dan mereka sangat menunggu dan berharap bantuan pembangunan rumah segera terealisasi,” ujar Maman menambahkan.

(radika robi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.