Program Smart City Tidak Terasa Smart

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIPEDES – Forum Transparansi Akuntabilitas Anggaran dan Kebijakan Pemerintah (Tangkap) mempertanyakan progres program Tasik Smart City. Pasalnya anggaran yang digelontorkan pemkot untuk program ini setiap tahunnya sangat besar. Namun, belum dirasakan masyarakat.

Koordinator Forum Tangkap, Nanang Nurjamil menjelaskan pada 2018 saja, pemkot mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1.116.000.000 bagi Pembangunan Model Aplikasi Tasik Smart City melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Belum lagi beberapa alokasi anggaran lain bertemakan serupa yang telah digulirkan di tahun-tahun sebelumnya. “Kita ingin pemkot transparan. Program ini kalau paket, fisiknya seperti apa? Kalau perencanaan dokumennya mana? Kalau pembangunan fisik yang mana bentuknya?” ujar Nanang kepada wartawan saat ditemui di Jalan Moh Hatta, Minggu (9/9).

Menurutnya, pemkot setiap tahun kerap menganggarkan dana untuk tema Tasik Smart City. Pihaknya sudah berupaya mempertanyakan ke dinas terkait, namun belum mendapatkan jawaban yang relevan.

Seharusnya, pemkot transparan dalam menjelaskan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Untuk itu, kami akan mempertanyakan ke DPRD supaya memanggil pihak terkait dan menjelaskan soal Smart City. Sudah sampai mana progresnya,” terang dia.

Menurut dia, seharusnya dengan anggaran yang sudah digulirkan selama beberapa tahun ini, program tersebut bisa terasa manfaatnya walau sedikit. Misalnya, di pusat keramaian publik terkoneksi wifi gratis untuk mencerdaskan masyarakat dan anak-anak dalam kemudahan mengakses internet.

“Smart City itu kan teknologi yang terintegrasi. Dengan konsep tersebut masyarakat tercerdaskan lewat fasilitas yang disediakan dalam konteks kota pintar. Sejauh ini kita tidak ketahui itu seperti apa output, outcome dari program ini,” papar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tasikmalaya H Asep Maman Permana dan Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Persandian Diskominfo Achmad Taufik saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon belum memberikan keterangan. (igi)

loading...