Program Wub Dikaji di FGD

185
0
KERJA SAMA. Ketua Kadin Kota Tasikmalaya Deni Yunizar (kiri) menandatangani kerja sama dengan Radar Tasikmalaya Group untuk mendukung program wirausaha baru (Wub) di Studio Radar Tasikmalaya TV, Rabu (4/12). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

CIHIDEUNG – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tasikmalaya melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) terkait program wirausaha baru (Wub) di Studio Radar Tasikmalaya TV, Rabu (4/12). Program yang menargetkan 5.000 Wub selama lima tahun tersebut diciptakan untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Kota Resik.

Ketua Kadin Kota Tasikmalaya Deni Yunizar mengatakan, program Wub yang digulirkan pemkot merupakan usaha untuk bisa mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Oleh karena itu, perlu ada kerja sama dengan pengusaha atau lembaga swasta dan pemangku kebijakan untuk mendampingi dan membimbing para Wub.

Kadin pun menjalin kerja sama dengan Radar Tasikmalaya Group untuk mendukung kesuksesan program Wub dalam mendongkrak perekonomian masyarakat. “Kalau dunia usaha maju akan berdampak pada PAD meningkat sehingga masyarakat menjadi makmur,” kata dia kepada Radar setelah selesai mengadakan FGD di Studio Radar Tasikmalaya TV.

Adapun FGD itu untuk membantu para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar mampu mengatasi kendala bisnis. Dengan begitu, mereka diharapkan lebih siap menghadapi tantangan dalam dunia usaha dan lebih maju. FGD pun akan dilaksanakan setiap bulan agar berdampak pada peningkatan gairah dunia usaha. “Ketika sekarang belum maksimal tidak usah berkecil hati, karena ini menjadi tantangan agar bisa menumbuhkan Kota Tasikmalaya maju,” ujar dia.

Langkah kerja ke depan juga mengarah pada peningkatan sumber daya manusia (SDM). Kualitas SDM harus ditingkatkan agar dapat mengembangkan jaringan usaha dan pemasaran. “Dengan adanya penguatan pelaku usaha baru ini menjadi salah satu dukungan peningkatan ekonomi dan pembangunan Kota Tasikmalaya,” katanya.

Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Kota Tasikmalaya Wahyu Tri Rahmadi menjelaskan, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) harus mematangkan rencana pembinaan dan pelatihan bisnis bagi para pelaku UMKM. Baik, pelatihan manajemen, pemasaran, pengemasan produk, pengembangan jaringan bisnis maupun lainnya. “Pemerintah harus paham pemetaan Wub dan memberikan mindset bukan hanya satu minggu dan dua minggu kepada Wub, namun usaha baru tersebut harus ada inkubasi dalam membantu beli barangnya sehingga perlunya pengumpulan pengusaha besar supaya bisa menampung hasil produksinya,” katanya.

Loading...

Dewan Penasehat Kadin Kota Tasikmalaya H Tantan Rustandi menyatakan, program Wub yang diatur oleh Peraturan Wali Kota (Perwalkot) Nomor 21 Tahun 2017 harus disempurnakan. Misalnya pemerintah harus membatu permohonan perizinan sehingga para peserta Wub lulus selain diberikan sertifikat keikutsertaan harus juga memberikan surat izin seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), sertifikat halal, Perizinan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan lainnya. Maka, Wub bisa langsung mengembangkan usahanya tanpa mengurus perizinan tersebut.

“Mestinya ada sinkronisasi dan integ­rasi serta koordinasi antar-orga­nisasi perangkat daerah (OPD) harus ditingkatkan. Misalnya ketika Wub di kuliner harus memperoleh PIRT, sehingga bisa langsung diberikan oleh Dinas Kesehatan,” katanya.

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Tasikmalaya Prof Dr H Kartawan SE MP ingin mengupayakan para pelaku usaha baru memiliki dasar-dasar dalam berwirausaha serta semangat dalam mengembangkan usahanya. Dengan harapan pelaku usaha mikro di Kota Tasikmalaya dapat semakin sejahtera. “Pelaku usaha baru mesti bersungguh-sungguh dalam berusaha dan ketika baru memulai usaha jangan takut kegagalan karena dari kegagalan pelaku Wub bisa berhasil. Sebab kuncinya adalah tetap berjuang maka dengan kegagalan akan menjadi orang sukses,” katanya.

Direktur Radar Tasikmalaya Group Dadan Alisundana mengharapkan Kota Tasikmalaya bisa maju, salah satunya melalui program wirausaha baru. Pihaknya pun membuka ruang diskusi dengan Kadin dan para pelaku Wub untuk mencari formulasi agar pengembangan Wub ke depannya dapat mengurangi kesenjangan sosial yang ada di Kota Resik. “Kami berusaha untuk dapat membedah hambatannya, misal tadi tidak terkoneksi Wub dengan perizinan secara langsung, Perwalkotnya masih ngendap dan lainnya,” katanya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.