Proses Belajar Daring di Kota Banjar Belum Efektif

81
0
Istimewa. EVALUASI. Sejumlah guru SMPN 5 Banjar mengikuti Bimtek Pembelajaran Daring dan Optimalisasi Kuota Belajar di aula SMPN 5 Banjar Senin (19/10).
Istimewa. EVALUASI. Sejumlah guru SMPN 5 Banjar mengikuti Bimtek Pembelajaran Daring dan Optimalisasi Kuota Belajar di aula SMPN 5 Banjar Senin (19/10).
Loading...

BANJAR – Sejumlah guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Banjar mengikuti Bimbingan Teknik Pembelajaran Daring dan Optimalisasi Kuota Belajar. Kegiatan itu digelar di ruang rapat SMPN 5 Banjar Senin (19/10).

Kepala SMPN 5 Banjar drs Harun Rustandi MPd melalui salah seorang guru mapel Yudi Andiana MPd mengatakan bimtek tersebut untuk mengevaluasi proses pembelajaran daring (online) atau jarak jauh yang sudah berjalan sejak wabah Covid-19 muncul. “Pembelajaran daring belum seefektif pembelajaran tatap muka,” ujar dia kepada wartawan.

Dia menjelaskan, pembelajaran daring di SMPN 5 Banjar dimulai dari pukul 07.30 dan diawali dengan pembiasaan, yakni absen, salat duha dan literasi. Pukul 08.00 baru dimulai pembelajaran. Dalam satu hari dua pelajaran.

Dikatakan dia, dalam menunjang pembelajaran daring, siswa dan guru dibekali kuota belajar masing-masing sebesar 35 GB bantuan dari Kemendikbud. Jumlah siswa SMPN 5 Banjar yang mendapat kuota belajar sebanyak 806 anak dan 45 guru yang terdaftar.

“Dalam bimtek ini juga diarahkan bagaimana pemanfaatan kuota belajar yang digunakan selama pembelajaran daring,” tandasnya.

Loading...

Baca juga : Di Kota Banjar Masih 3 Pasien Positif Corona

Menurut dia, bantuan kuota tersebut dibagi dua peruntukan. 30 GB kuota belajar yakni untuk akses aplikasi pembelajaran seperti classroom, rumah belajar dan lainnya.

Sedangkan yang 5 GB kuota internet yang digunakan untuk mengakses internet, seperti buka Google dan WhatsApp.

“Bantuan kuota ini diberikan setiap bulan selama empat bulan dalam menunjang aktivitas pembelajaran daring anak-anak di masa pandemi Covid-19,” kata dia.

Dikatakan dia, hingga saat ini proses pembelajaran tatap muka (PTM) di masa Pandemi Covid-19 belum diizinkan. Sehingga masih dilakukan secara daring.

“Mudah-mudahan wabah Covid-19 cepat hilang, sehingga anak-anak bisa kembali bersekolah seperti biasa lagi tanpa ada kendala seperti ini,” imbuhnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.