Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Proses Rekrutmen Perlu Dievaluasi

112
0

TAROGONG KIDUL – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Garut Imam Sanusi menilai kasus penangkapan salah satu komisioner KPU dan Ketua Panwaslu Kabupaten Garut akibat dugaan menerima suap dari pasangan calon bupati dan wakil bupati Garut telah mencoreng demokrasi dan nama baik penyelenggara Pemilu.

“Kejadian ini terindikasi dari hasil sebuah perekrutan yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu RI melalui KPU provinsi dan Bawaslu provinsi sampai tingkat kabupaten / kota yang syarat akan kepentingan politik,” ujarnya kepada Rakyat Garut, Selasa (27/2).

Seperti diketahui, komisioner KPU berinisial AS dan Ketua Pasnwaslu Garut Berinisial HHB ditangkap Satgas Anti Money Politic Bareskrim Mabes Polri, Polda Jawa Barat karena dugaan menerima suap dari salah satu pasangan calon. Bersama keduanya, diamankan barang bukti berupa mobil Sigra serta uang sampai Rp 200 juta.

Imam menduga munculnya kasus tersebut karena adanya kesalahan dalam proses rekrutmen calon komisioner. Dia berharap kasus tersebut tidak terulang kembali. KPU bersma Bawaslu dan tim seleksi diharapkan merekrut orang-orang yang memiliki kapasitas dan integritas.

“Demokrasi yang baik itu ditunjang oleh pelaksana dan pengawas yang baik pula,” pungkasnya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.