Prospek Ekonomi Digital Rp 1.1857 T

13

JAKARTA – Data riset Google menyebutkan pasar ekonomi digital Indonesia mengalami peningkatan hingga USD 27 miliar. Peningkatan ini salah satunya ditopang oleh peningkatan sarana infrastruktur jaringan kabel bawah laut yakni Palapa Ring.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, jika tren ini terus berlangsung baik. Angkanya bisa meroket menjadi USD 100 miliar pada tahun 2025.

“Target kita nilai ekonomi digital Indonesia di 2020 yang mencapai USD 130 miliar atau sekitar Rp 1.857 triliun. Angka itu, kurang lebih 11 persen Gross Domestic Product (GDP) Indonesia,” ungkap Rudiantara Selasa (12/3).

Rudiantara mengatakan, pasar digital kini tidak melulu berpusat pada area Jakarta. Upaya terobosan dengan fasilitasi dan akselerasi. “Dari sisi fasilitasi sudah jelas seperti membangun infrastruktur Palapa Ring. Jangan mengumpul di Jakarta atau Jawa saja. Kalau akselerasi start up-nya, masalah pendanaan kita jadi comblang melalui Next Indonesia Unicorn,” jelasnya.

Ia menilai saat ini investasi saat ini akan semakin berkembang. Menurutnya menilai keberadaan ekonomi digital akan dapat menopang perkembangan pariwisata. “Pariwisata itu sektor yang paling cepat membuka lapangan pekerjaan, bayangkan saat ini untuk reservasi sampai hotel melati saja bisa melalui online seperti AirBnB,” tutur Rudiantara.

“Dengan digital orang bisnisnya di Papua, membangun aplikasi di Jakarta tidak masalah. Tentu saja, pajaknya bayar di pemerintah daerah setempat,” imbuhnya. (fin/tgr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.