Protes UMKM Jualan di Mal

80
0
Budihardjo Iduansjah

JAKARTA – Pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) memprotes terkait pengusaha mal diwajibkan menyediakan ruang usaha 20 persen bagi kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Mereka mempertanyakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perpasaran yang mendukung penyediaan ruang usaha bagi UMKM itu tidak jelas. Pasalnya, isi dalam pasal tersebut kurang spesifik.

“Mesti diperjelas yang dimaksud UMKM dari kriteria kepemilikan modal dan lainnya.

Kalau yang dimaksud Mikro, seperti tukang sate dan kaki lima mau dimasukkan ke mal, engak cocok juga. Kami orang pertama yang akan komplain,” ujar Ketua Umum Hippindo, Budihardjo Iduansjah, di Jakarta, Jumat (29/11).

Lanjut Budihardjo, pihaknya juga keberatan 20 persen sistemnya diserahkan ke Pemda. “Siapa yang akan masuk? Kami juga pengusaha-pengusaha kecil dan menengah,” tutur dia.

Dia menyarankan sebaiknya pemda mengajak pengusaha berdiskusi untuk mencari jalan keluar dalam menyikapi pemda tersebut.

“Karena itu kita harus duduk bareng dengan pemda. Kami kan penyewa di mal, libatkan kami dong. Memang pemda tahu yang akan laku di mal itu apa? Kan kita yang tahu. Kalau mau kasih, ngomong sama kita, kita kan pelaku,” ucap dia.

Terpisah, Wakil Presiden Maruf Amin meminta pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang Indonesia (KADIN) memperdayakan dan pendampingan UMKM agar naik kelas.

“Kadin dapat memainkan perannya melalui pemberdayaan dan pendampingan UMKM agar naik kelas,” kata Maruf.

Maruf Amin juga berharap Kadin mampu berperan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), sehingga para tenaga kerja memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri nasional. “Hal tersebut dapat dilakukan melalui fasilitasi atau kerjasama dengan institusi pendidikan formal dan pendidikan vokasi,” tukas dia.(din/fin)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.