Proyek Jalan Lingkar Utara dan Gedung Creative Center (GCC) Diprediksi Akan Terlambat

75
Drs H Budi Budiman

CIHIDEUNG – Dua kegiatan pembangunan yang bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat, diprediksi mengalami keterlambatan. Sebab, saat ini Pemkot Tasikmalaya masih belum bisa memastikan kapan kegiatan lanjutan Jalan Lingkar Utara dan Gedung Creative Center (GCC) dimulai.

“Insyaallah di Lingkar Utara itu tahun ini ada pembangunan fly over. Tapi, kita akui ada keterlambatan dari Pemprovnya,” ujar Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman usai menghadiri Pelantikan Igora di Hotel Grand Metro, Kamis (18/7).

Menurutnya, tahapan perencanaan proyek tersebut ditangani Pemprov Jabar,sehingga, perlunya koordinasi Pemkot dan Pemprov secara simultan dan kontinyu. Terutama, apabila ada hal non-teknis diluar prediksi pada perencanaan.

“Jadi kita pembangunan fisiknya saja, perencanaan ditangani provinsi secara langsung. Sekarang kita akui ada kemandekan dari sananya,” tuturnya.

“Saya sudah sampaikan ke Pak Gubernur, ini harus jadi bahan evaluasi bagi provinsi. Kami semula menargetkan kedua proyek ini selesai di tahun anggaran 2019, kemungkinan ada risiko terlambat atau dilaksanakan bertahap,” lanjut Budi memaparkan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang H Adang Mulyana mengakui sampai saat ini dinasnya belum menerima detail engineering design (DED) dari Pemprov, kaitan pembangunan fly over di Jalan Lingkar Utara. Otomatis, kata dia, pihaknya belum bisa melaksanakan proses lelang pembangunan jembatan sebesar Rp 30 miliar itu.

“Kemungkinan besar, pembangunan fly over tidak akan selesai tahun ini, mengingat waktu yang sudah mepet,” kata Adang.

Dia mengestimasi, apabila DED fly over diserahkan akhir Juli, kemudian Agustus baru dimulai proses lelang, otomatis waktu pembangunan hanya tersisa empat bulan. Itu pun, apabila tidak ada pihak peserta lelang yang melayangkan sanggahan sehingga memerlukan waktu yang mungkin lebih dari satu bulan.

“Ambil cepatnya lelang satu bulan, waktu tersisa hanya empat bulan untuk pekerjaan. Maka, solusi terbaiknya mungkin dibagi dalam dua tahap,” ujarnya.

Tak hanya fly over, proyek GCC diprediksi terbagi dalam dua tahapan. Pun, DED wahana kreativitas itu belum diserahkan Pemprov untuk segera dilelang.

“Untuk tahun ini paling kita bangun dulu konstruksi rangka bangunannya. Total anggaran pembangunan gedung kreatif center sendiri sebesar Rp 18 miliar,” katanya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.