Proyek Pedestrian HZ Mustofa Kota Tasik Mangkrak, Terdampak Covid-19?

104
0
Jalan KHZ Mustofa Kota Tasik, Selasa (16/02) siang, yang batal disulap mirip Malioboro Yogya. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com
Loading...

KOTA TASIK – Pembangunan di Kota Tasikmalaya pada 2021 ini terancam banyak yang tak berlanjut.

Pasalnya, pembangunan dengan dana yang bersumber dari pemerintah pusat dan Pemprov Jabar itu, terganjal hingga tak cair.

Bahkan, sampai pertengahan Februari ini pembangunan-pembangunan lanjutan monumental itu tak kunjung ada kegiatan lanjutan.

Termasuk rencana Pemkot Tasik mengubah Jalan HZ Mustofa dengan jalur pedestrian (ruas khusus pejalan kaki) pun batal.

Rencana HZ diubah layaknya Malioboro, Yogyakarta pun batal dikerjakan tahun ini.

loading...

Sementara itu, Detail Enginering Design (DED)-nya telah dibahas Pemkot dan pihak dinas terkait.

Kondisi tersebut diakui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tasik, Adang Mulyana kepada radartasikmalaya.com, Selasa (16/02) siang.

“Memang ada pembangunan lanjutan yang tak bisa jalan tahun ini. Karena anggarannya dari pusat. Termasuk kegiatan pembangunan yang baru diusulkan tak turun,” katanya.

Adang menerangkan, pembangunan lanjutan yang tak berjalan tahun ini diantaranya adalah Pendopo Wali Kota (Rumdin), Gedung Creative Center (GCC) Dadaha, Gedung PKK dan lain sebagainya.

“Pembangunan lanjutan jembatan (flyover, Red) Lingkar Utara masih menunggu anggaran dari pusat. Tapi kemungkinan lanjut kalau jembaran. Kecuali pembangunan bangunan,” terangnya.

Adang menambahkan, pihaknya tak mengetahui secara jelas mengapa anggaran pembangunan lanjutan yang bersumber dari pusat itu tak turun tahun ini.

Dia pun mengelak jika tak turunnya anggaran itu karena pandemi Covid.

“Ga tahu karena apa (tak cair). Pokoknya tak turun saja anggaran bantuannya dari pusat untuk pembangunan lanjutan itu,” tambahnya.

Meski demikian, jelas dia, untuk pembangunan jalan tetap dapat berlanjut. Hanya untuk pembanguna jembatan seperti Ciloseh masih menunggu bantuan dari pusat.

“Kalau pembangunan rehab-rebah yang dari kita tetap ada. Yang rutin seperti jalan juga ada. Sebenarnya usulan dari kita sudah masuk semua ke pusat dan provinsi. Hanya saja ya menang tak turun semua,” jelasnya.

Termasuk, tukas dia, rencana Pemkot membuat pedestrian di Jalur HZ Mustofa. Padahal, DED-nya sudah tuntas akhir tahun 2020 dipersiapkan pihaknya.

“Pedestrian HZ juga termasuk yang belum turun. Padahal pendestrian HZ masuk program prioritas kita. Ya mudah-mudahan tahun depan bisa turun anggarannya dari provinsi,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.