Proyek Penampungan Air di Bungursari Kota Tasik Dinilai Kurang Tepat

314
0
KURANG SOSIALISASI. Proyek pembangunan embung atau penampungan air di Kelurahan/Kecamatan Bungursari dipertanyakan warga sekitar, Kamis (17/9). Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya

BUNGURSARI – Proyek pembangunan embung atau penampungan air di Kelurahan/Kecamatan Bungursari dinilai janggal. Keberadaan penampungan air di kawasan itu dianggap kurang tepat sasaran.

Hal itu diungkapkan Ketua Forum Kecamatan Bungursari, Asep Devo yang menyebutkan bahwa wilayah tersebut sudah memiliki pengairan yang bagus.

Baca juga : UBK Kota Tasik Lantik 101 Lulusan Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

Sehingga pembangunannya tidak terlalu mendesak. “Kenapa harus ada penampungan air kalau pengairannya sudah bagus,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (17/9).

Menurutnya, banyak lokasi yang lebih layak untuk dibangun penampungan air. Namun sejauh ini belum diperhatikan oleh pemerintah. “Harusnya penampungan air itu dibangun untuk mengairi areal pertanian yang susah pengairannya,” terang dia.

Di lokasi terpasang papan pemberitahuan pekerjaan di mana anggaran pembangunan senilai Rp 120 juta. Menurutnya, anggaran tersebut cukup besar sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal. “Jangan sampai nilai manfaatnya kurang,” tuturnya.

Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa proyek pembangunan penampungan ini bukan semata-mata menunjang pertanian. Namun ada kepentingan-kepentingan dari pihak-pihak tertentu. “Saya juga petani, jangan sampai memanfaatkan petani untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan perikanan Kota Tasikmalaya, H Tedi Setiadi menjelaskan bahwa pembangunan itu berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat. “Itu sumber anggarannya dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Baca juga : Gelombang Kedua Covid-19 Landa Kota Tasik, 10 Kamar di Ruang Isolasi Terisi

Adapun lokasinya, hal itu karena didasari oleh pengajuan dari kelompok tani dan dinas hanya memfasilitasi dengan verifikasi. Diharapkan keberadaannya bisa memberikan manfaat kepada petani sekitar. “Pengajuan dari kelompok tani, lokasinya di situ,” tuturnya.

Pihaknya menegaskan tidak tebang pilih dalam membantu para petani. Dia pun mendorong kelompok tani lain untuk mengajukan bantuan sarana dan prasarana penunjang supaya hasil pertanian menjadi lebih baik. “Lebih bagus usulkan saja, nanti direkomendasi oleh Dinas,” pungkasnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.