[Proyek Penggalian Drainase] Pemborong yang Merusak, Pemilik Toko yang Ganti

159
0

CIPEDES – Penggalian drainase kembali menimbulkan masalah terhadap fasilitas masyarakat, pipa aliran Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) di Jalan Mitrabatik diketahui rusak. Parahnya, tidak ada pihak yang mau mengganti rugi kerusakan tersebut.
Salah seorang juru parkir di lokasi, Zaenal Abidin (40) mengatakan pipa PDAM memancarkan air akibat rusak yang disebabkan penggalian drainase. Tetapi pekerja di lokasi membiarkannya, sehingga membuat jalan menjadi becek. “Sama warga langsung ditutupi sekaligus membersihkan jalan yang becek,” tuturnya kepada Radar, Rabu (15/11).
Lalu pada pukul 12.00 WIB, petugas PDAM datang ke lokasi dan meminta pertanggungjawaban. Tetapi para pekerja malah angkat tangan, Imbasnya para pemilik toko selaku konsumen harus merogoh kocek untuk memperbaiki pipa. “Saya lihat sendiri, yang ganti rugi itu pemilik toko, bukan pekerja penggalian drainase, ” terangnya.
Salah seorang pemilik toko material, Miming mengaku air PDAM mati karena pipanya rusak. Pihaknya, rela mengeluarkan biaya karena ingin masalah cepat selesai mengingat pemborong tidak mau ganti rugi. “Hanya sayang saja airnya jadi kebuang,” singkatnya.
Kepala Dinas Pembangunan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan mengaku belum mengetahui kasus tersebut. Pihaknya memang punya kewajiban mengawasi namun karena keterbatasan petugas jadi kurang maksimal. “Belum ada laporan sama saya,” tuturnya.
Disinggung soal fasilitas-fasilitas yang rusak, menurutnya tidak bisa dibebankan kepada masyarakat. Karena selama pengerjaan proyek, segala sesuatunya menjadi tanggung jawab pemborong. “Itu tanggung jawab rekanan, bukan warga,” pungkasnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.