Proyek SAB Balokang Patrol Kota Banjar Disuntik Rp16 M, Masalah Harus Beres

114
0
UJI COBA. Tim dari BBWS Citanduy saat melakukan uji coba sarana air baku Balokang Patrol pada Selasa (7/1). Komisi II DPRD Kota Banjar mengaku tak dilibatkan dalam uji coba tersebut. cecep herdi / radar tasikmalaya
UJI COBA. Tim dari BBWS Citanduy saat melakukan uji coba sarana air baku Balokang Patrol pada Selasa (7/1). Komisi II DPRD Kota Banjar mengaku tak dilibatkan dalam uji coba tersebut. cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Ketua LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Ryan Rosdiana Mutofa mendorong agar anggaran Rp 16 miliar yang akan digelontorkan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy bisa menyelesaikan persoalan sarana air baku Balokang Patrol.

Beberapa wilayah di Kota Banjar, ketika musim kemarau kondisinya kesulitan air bersih, sehingga diharapkan anggaran untuk pemasangan pipa dari Sarana Air Baku Balokang Patrol di Desa Jajawar ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) itu menjadi solusi kekeringan.

“Sehingga nantinya juga bisa diserahterimakan operasional serta asetnya ke Pemkot Banjar. Nanti dikelola oleh PDAM. Kita akan mendorong dan terus memantau supaya tambahan anggaran yang nanti akan dikucurkan lagi bisa menyelesaikan persoalan sarana air baku tersebut,” kata Ryan, Jumat (11/9).

Ia juga mengingatkan Pemkot Banjar dan BBWS Citanduy bersinergi dalam menyelesaikan air baku Balokang Patrol. Hasil pembangunan itu harus segera dirasakan masyarakat.

“BBWS dan Pemkot Banjar, termasuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)-nya harus bersinergi agar Balokang Patrol ini bisa beroperasi. Kita melihat krisis air bersih di Kota Banjar berulang setiap tahunnya, sehingga harapan besar untuk mengatasinya dengan beroperasinya Balokang Patrol,” katanya.

Sementara itu, pantauan Radar di lokasi Balokang Patrol, listrik sebesar 345 kilo volt ampere (KVA) sudah terpasang di lokasi. Biaya pemasangan kembali daya listrik tersebut, menurut pihak PLN, kurang lebih Rp 258 juta. Rampung dipasang pada Oktober 2019.

Baca juga : Rotasi Pejabat di Pemkot Banjar Harus Punya Konsep Jelas

Namun, belum ada aktivitas penggunaan beban listrik karena belum beroperasi untuk penyedotan air dari Sungai Citanduy.

“Beban biaya listrik yang dibayar ke PLN setiap bulannya sekitar Rp 14 juta, dimulai sejak pemasangan selesai sekitar bulan Oktober tahun 2019. Dayanya diturunkan, dulu ketika pemasangan awal dayanya sekitar 555 KVA, beban tagihannya sampai Rp 30 juta per bulan. Sekarang Rp 14 juta, ada penurunan karena dayanya juga diturunkan. Tapi nanti jika sudah beroperasi maka akan beban tagihan akan bertambah seiring dengan beban daya yang digunakan,” kata Manager Unit Layanan Terpadu PLN Kota Banjar Kelik Kurniawan.

Ia mengatakan saat daya listrik 555 KVA terjadi tunggakan pembayaran sekitar tiga bulan. Sehingga pihaknya mencabut daya listrik 555 KVA tersebut.

“Tunggakannya sudah dibayar oleh BBWS dan kembali dipasang daya baru, namun KVA-nya diturunkan 345 KVA. Ya meskipun tidak beroperasi, beban listrik sampai saat ini sekitar Rp 14 juta per bulan. Pembayarannya lancar, itu pakai yang pascabayar,” kata Kelik.

Diberitakan sebelumnya, warga Kelurahan Situ Batu Kecamatan Banjar sudah mendambakan air bersih. Mereka berharap Instalasi Pengolahan Air (IPA) Situ Batu yang disuplai dari Sarana Air Baku Balokang Patrol bisa difungsikan, supaya masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih.

Rata-rata di wilayah itu, setiap musim kemarau, warganya kesulitan air bersih. Sumur-sumur mereka mengering. Mereka hanya mengandalkan air bantuan dari Pemerintah Kota Banjar.

“Sudah lama dibangun untuk pengolahan air bersih, mudah-mudahan bisa secepatnya difungsikan karena masyarakat di Situ Batu sejak lama kesulitan air bersih. Kita gali sumur saja kadang kering kalau musim kemarau,” kata Eti, warga Situ Batu, Kamis (10/9).

Instalasi Pengolahan Air bersih sendiri sudah berdiri lama. Pembangunannya beriringan dengan proyek Sarana Air Baku Balokang Patrol. Namun hingga saat ini belum bisa menyuplai air bersih ke masyarakat melalui PDAM sesuai rencana awalnya.

“Kita berharap yang terbaik dan pembangunannya lancar supaya manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Di wilayah kami itu sering kekeringan, saat ini saja air bersih sulit. Wali kota membuatkan sumur bor, airnya bagus tapi kan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih seluruh masyarakat Situ Batu,” kata dia. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.