Proyek Situ Leutik di Kota Banjar Telan Korban Jiwa, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

379
0
DISELIDIKI. Bangunan di proyek taman terpadu Situ Leutik dipasang garis polisi. Polres Banjar masih mendalami ambruknya bangunan tersebut. cecep herdi / radar tasikmalaya
DISELIDIKI. Bangunan di proyek taman terpadu Situ Leutik dipasang garis polisi. Polres Banjar masih mendalami ambruknya bangunan tersebut. cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Kapolres Kota Banjar, AKBP Yulian Perdana melalui Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Yanto Slamet mengatakan, perkembangan kasus peningkatan pembangunan fasilitas wisata terpadu Situ Leutik di Desa Cibeureum yang memakan korban jiwa segera masuk tahap penyidikan.

Dalam keterangannya, pihak kepolisian akan mengusut dugaan kelalaian tindak pidana umum pada proyek yang menelan anggaran Rp 2,9 miliar lebih itu.

“Kasusnya mau ditingkatkan ke proses penyidikan. Nanti hasil penyidikan akan gelar perkara untuk menetapkan tersangkanya,” ujar Yanto, Minggu (24/11).

Ia menjelaskan, setelah kejadian ambruknya bangunan dome pada kamis (7/11) pagi, pihaknya langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk memasang garis pembatas. Kemudian dilanjutkan dengan proses penyelidikan mengumpulkan keterangan dari saksi, pemborong, serta dinas terkait.

Dia juga menerangkan proses hukum terus dilanjut hingga terbukti ada atau tidaknya pelanggaran yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Terus kami proses sesuai hukum, bukti dan keterangan dari saksi terus kami kumpulkan. Kasus ini kami tangani serius karena akibat dari ambruknya bangunan itu mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujarnya, menjelaskan.

Sebelumnya satu nyawa melayang dalam proyek peningkatan pembangunan fasilitas wisata terpadu Situ Leutik, Kamis (7/11). Korban bernama Tarka (60) warga Dusun Cimanggeng 1 RT/RW 01/06 Desa Panulisan Barat Kecamatan Dayeuh Luhur Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Korban tewas di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala. Korban tertimpa reruntuhan bangunan bersama empat rekannya. Keempat rekannya mengalami luka ringan dan dilarikan ke puskesmas terdekat.

Ketua LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Kota Banjar Ryan Rosdiana Mutofa angkat bicara soal insiden itu. Menurut dia, korban mengalami luka parah diduga akibat tidak menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Pasalnya di lokasi kejadian, para pekerja proyek tidak mengenakan alat pelindung kepala. Terlebih korban meninggal sendiri mengalami luka cukup berat di bagian kepala.

“Ke depan kita berharap kejadian insiden kecelakaan di proyek Situ Leutik yang memakan korban jiwa tidak terjadi lagi di proyek lainnya. Peralatan keamanan bagi para pekerja mesti tetap diutamakan karena tampak dari foto yang beredar korban pekerja seakan tidak dilindungi oleh peralatan keamanan yang memadai,” katanya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.