Dianggap Tak Perhatikan Keselamatan, Akan Panggil Dinas Terkait

Proyek Taman Kehati Disoal

303
0
CURAM. Anggota Komisi III DPRD Kota Banjar menumpangi mobil van menuju proyek Taman Keragaman Hayati Jumat sore (27/4).
Loading...

BANJAR – Ketua Komisi III DPRD Kota Banjar Hunes Hermawan merasa heran saat merasakan jalan menuju Taman Keragaman Hayati (Kehati) di Kelurahan Pataruman Kecamatan Pataruman Kota Banjar Jumat sore (27/4).

Dia dan enam anggota Komisi III DPRD ini takut meskipun menumpangi mobil van menuju taman.

“Takut. Jalannya sangat curam. Ini sangat berbahaya sekali. Saya merasakan sendiri, apalagi ketika turunnya. Kalau hujan saya gak berani, sudah pasti licin,” kata Hunes kemarin.

Ia menganggap proyek yang memasuki pembangunan tahap kedua itu gagal dalam perencanaan.

Terlebih, akses menuju lokasi tidak memperhitungkan faktor keselamatan. Baik pejalan kaki apalagi pengendara.

Loading...

“Faktor keselamatannya ini tidak menjadi pertimbangan. Jangan main-main dengan keselamatan loh,” ungkapnya kesal.

Ia meminta dinas yang membidangi pembangunan ini jangan menjadikan proyek mubazir. Ia menyatakan lokasi taman tidak tepat.

Selain susah ditempuh, taman Kehati ini juga dalam pembangunannya telah mengorbankan keberadaan pohon yang ditebang dengan jumlah banyak.

“Jika benar ada tahap kedua, jangan dipaksakan lah ini soalnya menyangkut keselamatan. Buat jalan baru yang tidak berisiko terhadap keselamatan, karena bagaimanapun ketika sudah jadi taman ini pasti ada warga yang datang untuk sekadar jalan-jalan atau swafoto,” katanya.

Dalam pelaksanaan proyek juga, Hunes mengaku tidak ada koordinasi dari dinas terkait. Proyek yang datang dari bantuan provinsi ini paketnya ada tapi anggarannya belum muncul dalam pembahasan.

“Datang anggarannya berapa besarnya pun kita gak tahu, kami belum tahu ini berapa nilai yang diserap untuk pembangunan ini,” katanya.

Anwar Hartono, anggota Komisi III DPRD Kota Banjar juga mempertanyakan maksud dan tujuan dibangun taman tersebut. Ia menilai proyek miliaran rupiah ini asal-asalan.

“Kita gak diberitahu kok oleh dinasnya,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Ia berencana bersama ketua komisi memanggil Bidang Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup yang memprogramkan pembangunan taman tersebut.

“Langkah kita akan meminta dinas untuk kaji ulang. Kita akan memanggil dinasnya,” katanya.

Ludi, Seksi Pembangunan Bidang Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar mengatakan pembangunan Taman Kehati bukan untuk pariwisata, melainkan untuk tempat pemberdayaan tanaman langka program dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Bukan untuk pariwisata,” katanya di lokasi. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.