PSBB 3 Kecamatan di Kota Tasik Diklaim Berhasil

3958
3
DITUTUP. Para pengendara dari Jalan Sutisna Senjaya tidak bisa masuk ke Jalan Otto Iskandardinata saat PSBB di Kota Tasikmalaya, Minggu (10/5). Jika kasus Covid-19 baru muncul, maka PSBB berpotensi besar diperpanjang. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TAWANG – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuahkan hasil. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengatakan bahwa saat ini kasus Covid-19 sudah menunjukkan grafik lurus.

Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pun sudah dinyatakan selesai semuanya.

Baca juga : Aneh, Data Pansus LKPJ Bupati Tasik & PPTK Bagian Umum Berbeda

“Alhamdulillah untuk PDP semuanya sudah selesai diproses, tinggal yang positif saja,” tuturnya Minggu (10/5).

Pasien positif Covid-19 yang masih diisolasi pun, kata dr Uus, terbilang sudah menunjukkan perkembangan positif. Hanya saja terkendali antrean pemeriksaan swab sehingga para pasien harus lebih lama diisolasi.

“Ada yang sudah lebih dari 14 hari diisolasi dan kita lihat sudah cukup sehat, tapi belum bisa kita pulangkan karena swab kedua yang belum keluar,” tuturnya.

Loading...

Dengan kondisi ini, seharusnya selepas PSBB nanti Kota Tasik sudah bisa dinyatakan bersih dari wabah.

Namun mulai longgarnya mobilitas warga antar daerah memberikan kekhawatiran munculnya kasus susulan yang lebih berat.

“Kita khawatir muncul kurva kedua yang bisa jadi lebih parah dari kedatangan warga dari daerah terpapar,” terangnya.

Pihaknya pun mulai mengkoordinasikan dengan Gugus Tugas supaya menyiapkan strategi baru. Hal ini untuk membuat kurva kedua itu tidak muncul khusus di Kota Tasik.

“Kalau kurva kedua tidak muncul, PSBB sepertinya tidak perlu diperpanjang,” kata dia.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan belum bisa memastikan PSBB ini diperpanjang atau tidak. Pihaknya masih melihat perkembangan wabah yang terjadi setiap harinya.

“Sejauh ini kami lihat perkembangannya seperti apa, sementara ini alhamdulillah cukup baik,” ujarnya.

Pihaknya berharap setelah masa PSBB selesai, Kota Tasikmalaya bisa dinyatakan steril dari Covid-19, sehingga pihaknya tidak perlu memperpanjang PSBB dan aktivitas ekonomi masyarakat bisa kembali bergerak secara normal.

“Lumayan kan ada jeda sebelum hari Lebaran,” tuturnya.

Baca juga : Alhamdulillah, Tren Covid-19 di Kota Tasik Menurun

Akan tetapi, lanjut H Ivan, belum ada jaminan kurva kedua tidak muncul di Kota Tasikmalaya. Potensi perpanjangan PSBB tetap ada jika masyarakat tidak tertib dan mengakibatkan adanya kasus baru.

“Kalau diperpanjang, otomatis Lebaran kita masih PSBB,” ujarnya. (rga)

Loading...
loading...

3 KOMENTAR

  1. Sanes teu aya,nu ngabagina ngiring ngabagikeun d jakarta,kalah gaya psbb cek batur bisaan orang tasik,padahal carerik di jeronamh da kalaparan,da pamarentahna teu siapeun mere sembakona kur hayang psbbna ameh d sangka bisaan,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.