PSBB di Garut Ada Check Point di Setiap Kecamatan

609
0
PERSIAPAN PSBB. Bupati Garut H Rudy Gunawan saat diwawancara kemarin. Dia menyebut ada 14 check point utama yang disiapkan. yana taryana / rakyat garut

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus melakukan persiapan untuk melaksanakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di 14 kecamatan.

Salah satunya menyiapkan check point untuk memeriksa masyarakat yang masuk maupun keluar wilayah.

Baca juga ; PSBB di Garut Jadi 14 Kecamatan, 2 Wilayah Merupakan Perbatasan Zona Merah

“Untuk check point ini utama, satu kecamatan satu. Jadi totalnya ada 14 check point utama, tetapi ada beberapa check point tambahan seperti di jalur nasional dan perbatasan dengan kabupaten lain,” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan kepada wartawan Selasa (5/5).

Menurut dia, check point utama berada di bawah koordinasi Polres dan Kodim Garut.

Selain check point utama, pihaknya menyiapkan check point pendukung yang jumlahnya mencapai 28 titik.

“Salah satu check point yang utama itu ada di Kadungora dan Limbangan (pintu masuk Garut). Perbupnya sudah ada, besok (hari ini, Red) akan dimulai,” katanya.

Rudy menerangkan saat pelaksanaan PSBB pertama, pemerintah akan membagikan 500 ribu masker gratis.

Pembagian akan dilakukan di pasar-pasar tradisional dan check point. “Kami juga drop (masker) ke desa-desa. Sudah sedia 800 ribu masker. Baru 500 ribuan yang akan dibagikan,” ucapnya.

Mengenai aktivitas pertokoan saat pelaksanaan PSBB, Rudy mengaku masih diperbolehkan beroperasi.

Namun jika ada kerumunan massa, petugas akan langsung melakukan penutupan toko. “Kalau pakai masker, masuknya diatur tak jadi masalah. Kita situasional,” ujarnya.

Rudy menyebut penerapan PSBB tak akan terlalu ketat. Jika masyarakat menaati aturan social dan physical distancing selama PSBB. “Kalau tak ada (kerumunan) tak jadi masalah.

Tak terlalu ketat, yang diinginkan itu social dan physical distancing-nya ada. Kalau tiba-tiba kumpul banyak, akan ditutup. Kecuali toko sembako,” katanya.

Saat penerapan PSBB, Pemkab Garut juga telah menyiapkan sanksi. Namun sanksi yang diberikan bersifat humanis.

“Kalau ada proses penghukuman terberat dengan kurungan seperti di UU Karantina Kesehatan, itu tidak ada. Dalam Perbup (PSBB) perhatikan hal humanis,” terangnya.

Baca juga : Hasil Rapid Test kepada ODP dan OTG, 5 Warga Garut Ini Positif Covid-19

Rudy mengklaim penanganan Covid-19 di Garut sudah cukup baik. Sudah tujuh hari tak ada kasus positif yang ditemukan.

“Paling sekarang menunggu yang reaktif dari klaster di Tarogong Kaler. Mereka sekarang diisolasi di Klinik Medina, Wanaraja. Yang lain tak ada lagi,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.