Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4%

19.7%

8.1%

68.2%

PSBB di Garut Jadi 14 Kecamatan, 2 Wilayah Merupakan Perbatasan Zona Merah

2189
0
KEBIJAKAN. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman saat menghadiri salah satu kegiatan. Dia menyebut ada dua wilayah tambahan yang masuk PSBB. Yana Taryana / Rakyat Garut

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten (Pembak) Garut menambah dua wilayah lagi yang akan diterapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) pada Rabu (6/5).

Kedua wilayah tersebut yakni Kecamatan Limbangan dan Kadungora.

Total wilayah di Kabupaten Garut yang akan menerapkan PSBB menjadi 14 kecamatan yakni Garut Kota, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Cilawu, Karangpawitan, Banyuresmi, Wanaraja, Cibatu, Selaawi, Limbangan, Kadungora, Cigedug, Cisurupan dan Cikajang.

Baca juga : Warga Pameungpeuk Garut Pertanyakan Jenazah dari Tanggerang

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman mengatakan penambahan dua wilayah berdasarkan hasil rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dua kecamatan itu diambil karena merupakan daerah perbatasan dengan wilayah zona merah.

“Kita ambil dua wilayah ini karena merupakan pintu masuk dari wilayah zona merah, Bandung dan Jabodetabek,” ujarnya.

Selain itu, Kecamatan Limbangan juga diterapkan PSBB karena pintu masuk ke Kecamatan Selaawi.

Di kecamatan tersebut ada satu warga yang positif dan puluhan orang sudah ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG) serta pasien dalam pengawasan (PDP).

“Untuk pelaksanaannya sudah disepakati bersama Rabu 6 Mei 2020 mulai berlaku selama 14 hari ke depan,” katanya.

Selama pelaksanaan PSBB, seluruh aktivitas masyarakat di 14 kecamatan akan dibatasi.

Mulai dari pembatasan kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan di tempat umum, pembatasan moda transportasi dan pembatasan lainnya terkait pertahanan dan keamanan.

“Sebelumnya hanya PNS saja yang dibatasi bekerjanya. Sekarang seluruh kegiatan usaha dibatasi. Lalu kegiatan ibadah, sosial budaya, pergerakan orang, semua dibatasi,” ucapnya.

Petugas gabungan setiap hari akan melakukan patroli untuk memantau aktivitas masyarakat selama 14 hari.

“Setiap hari razia, kalau ada masyarakat yang melanggar akan ditindak. Sanksinya ada, sesuai aturan,” katanya.

Baca juga : Bayi 2 Tahun Warga Cibatu Garut Positif Covid-19, Klinik Ditutup & Dokternya Diisolasi

Operasional usaha juga akan dibatasi. Seperti pasar modern atau mal, hanya diberi waktu buka dari mulai pukul 10.00 sampai 20.00. Sedangkan pasar tradisional beroperasi dari pukul 03.00 sampai 12.00.

Sementara untuk warung dan toko sembako masyarakat itu dari pukul 06.00 sampai 20.00. Sementara untuk rumah makan dan penjual makanan diberi waktu dari pukul 16.00 sampai pukul 05.00. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.