PSBB di Kota Banjar Gagalkan Program Luring, PJJ Terkendala Kuota

40
0
BELAJAR. Guru SDN 1 Banjar saat memberikan pembelajaran kepada anak didiknya belum lama ini. Saat ini, metode luring tidak boleh dilakukan.
BELAJAR. Guru SDN 1 Banjar saat memberikan pembelajaran kepada anak didiknya belum lama ini. Saat ini, metode luring tidak boleh dilakukan.
Loading...

BANJAR – Meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kota Banjar berdampak pada semua bidang, salah satunya pendidikan. Hingga sampai saat ini peserta didik masih belajar dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau melalui daring (online).

Kepala Bidang Dikdas Disdikbud Kota Banjar drs Ahmad Yani MPd mengatakan sampai saat ini peserta didik masih melakukan pembelajaran dengan daring. Namun itu masih terkendala terbatasnya kuota.

“Khususnya bagi peserta didik dari kalangan tidak mampu. Jangankan untuk beli kuota, buat makan saja mungkin masih sulit, terlebih masa pandemi Covid-19 saat ini,” kata dia kepada wartawan Kamis (21/1).

Baca juga : Lagi, Dokter Positif Covid-19 di Kota Banjar Meninggal

Dia mengatakan sebelumnya untuk mengatasi permasalahan itu pembelajaran dilakukan dengan cara luring. Namun, setelah adanya aturan PSBB Proporsional luring atau guru mendatangi rumah murid dengan membentuk kelompok sudah tidak bisa lagi dilakukan. “Sekarang sudah tidak boleh, karena akan menimbulkan kerumunan. Dikhawatirkan anak-anak terpapar virus corona,” ujarnya.

loading...

Dirinya mengaku bingung dengan cara apa lagi selain melalui daring anak-anak mendapatkan pembelajaran. Terlebih peserta didik dari kalangan yang kurang mampu. Karena sebagian dari mereka tidak memiliki hape android untuk mendapat atau mengikuti pembelajaran dari gurunya melalui daring.

“Mudah-mudahan ada solusinya agar semua anak didik bisa mendapatkan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 saat ini,” ujarnya. (nto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.