PSBB di Pangandaran, Ini Batasan-Batasannya..

2996
7

PANGANDARAN – Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Pangandaran mulai menyosialisasikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan dilaksanakan pada Rabu (06/05) hingga Selasa (19/05).

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan, PSBB dilakukan untuk membatasi ruang gerak masyarakat dan barang dalam menekan penyebaran Covid-19.

Hal itu, memperkuat upaya menjaga kesehatan masyarakat Pangandaran. “PSBB prinsipnya menutup akses keluar dan ke dalam, yang tidak berkepentingan dan pembatasan fasilitas umum. Tapi kalau sifatnya mendesak diperbolehkan,” katanya kepada Wartawan, Selasa (5/5).

Pemberlakuan PSBB, lanjut H Jeje, dilaksanakan secara menyeluruh dan optimal pada wilayah kecamatan sampai tingkat desa, RT/RW, dan keluarga.

Pemberlakuan tersebut, dilakukan dalam proses belajar mengajar dilakukan di rumah, pembatasan aktivitas luar rumah,
pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya, pembatasan moda transportasi.

“Selama pemberlakuan PSBB, pengelola tempat atau fasilitas umum wajib menutup sementara. Kecuali yang memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Tambah H Jeje, pelaku usaha wajib menerapkan jam operasionalnya antara lain;

1. Pasar rakyat/tradisional dengan operasional mulai pukul 04.00 sampai dengan 16.00 Wib,

2. Toko modern berbentuk mini market dengan waktu operasional mulai pukul 11.00 sampai dengan 19.00 WIB.

3. Warung kelontongan tidak dibatasi tetapi harus mengikuti protokol kesehatan.

4. Warung/ rumah makan waktu operasional mulai pukul 02.00 sampai dengan 04.30 WIB dan 16.00 sampai 20.00 WIB.

“Nanti malam 00.00 (Rabu, 6/5) sudah mulai berlakuan PSBB. Bagi yang menghalangi kebijakan tersebut akan diberikan sanksi tegas,” ancam Jeje.

Sedangkan untuk pembatasan kegiatan keagamaan di tempat ibadah, kata Jeje, pada dasarnya sesuai anjuran MUI Kabupaten Pangandaran dan aturan PSBB.

Yakni, harus menghindarin pengumpalan massa sehingga harus melakukan physical distancing atau melaksanakan ibadah di rumah saja.

Namun karena keyakinan pihaknya memberikan kelonggaran kebijakan untuk kegiatan keagamaan dapat dilakukan berjemaah asalkan; jaga jarak fisik, cuci tangan pakai sabun, dan pakai masker.

“Keputusan PSBB paling krusial mengenai kepercayaan, yaitu seputar ibadah seperti salat taraweh. Sehingga untuk mengambil jalan tengah dapat di jalankan ibadah sesuai protokol kesehatan,” ujarnya.

Lanjutnya, pihaknya tidak akan memberlakukan PSBB ini setengah-setengah sehingga bagi yang mudik atau pulang kampung pada Rabu (6/5) akan dipastikan tidak bisa masuk.

“Jadi yang mudik besok akan tidak bisa masuk dan ketika pulang nanti kita minta kembali ke tempatnya (asal pemudik berkerja, Red),” katanya.

Terpisah, saat mengikuti rapat sosialisasi PSBB Kabupaten Pangandaran secara virtual Dandim 0613 Ciamis Lekol Arm Tri Arto Subagio menyatakan siap untuk menyukseskan keputusan PSBB yang dilaksanakan Kabupaten Pangandaran sehingga berjalan dengan prosedur tetap (Protap) yang berlaku.

” Siap mendukung (PSBB, Red) ketika ada penambahan personel untuk membantu lancarnya proses PSBB, khususnya dalam menjaga kemanan,” katanya.

(fatkhur rizqi)

Loading...
loading...

7 KOMENTAR

  1. Ass pa Jeje nu penting mah sama2 disiplin jeung ulang aya nu di beda2. Tindak tegas nu melanggar.
    Hatur nuhun deris parigi

  2. Saya sudah merasa di siplin tapi kenapa banyak mobil ber plat dari zona merah di perbolehkan masuk ,saya lihat sendri dengan mata kepala saya sendri , mobil itu tida di tanya tida di hadang di biar kan lewat begitu saja percuma dari dalem Pangandaran sudah di siplin tapi di pintu nya g di siplin , terima kasih

  3. Asiiyap pak jeje smoga corrona nya cepat menghilang,rindu suasana pangandaran yg rame kami pekerja hotel kesusahan uang 😂

  4. @iskandar, betul pengalaman saya sendiri, dari ciamis ke pangandaran sepanjang jalan banyak petugas tapi tak sekalipun saya diberhentikan, ditanya atau apapun itu, kaya hari2 biasa za, jangan sampe panas2an dijalan tapi gak ada hasilnya…

  5. Jadikan momen PSBB ini untuk tapakur diri menjadikan banyak hikmah dari kelakuan diri kita sendiri.
    Adil itu ini saatnya, mengadili kemauan, waktu, pekerjaan, dan cita cita…..
    Semoga dengan upaya PSBB semuanya berjalan dengan baik.

  6. Kalau warga Pangandaran yang bekerja di luar kota tidak bisa mudik itu tidak masalah karna sudah ada aturan .Sangat di hargii. Tapi warga yang di Pangandaran nya sendiri bisa bebas untuk pergi ke luar dari wilayah Pangandaran , contoh nya pergi ke Jawa tengah , Ciamis, bahkan ada yang ke Bandung sekedar menjemput .
    Saya mendapatkan info tersebut dari beberapa teman di kontak WhatsApp saya pribadi ..
    Nah itu bagaimana pak ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.